Rakyatinside.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi menggelar rekayasa lalu lintas besar-besaran guna mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Langkah taktis ini diambil melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Perhubungan, KSOP, Kepolisian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh operator kapal yang bertugas di kawasan tersebut.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa rekayasa ini merupakan langkah krusial untuk menjaga kelancaran konektivitas antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Mengingat kedua wilayah ini memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung mobilitas harian masyarakat serta memperlancar jalur distribusi logistik secara nasional.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pengguna jasa penyeberangan dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kondisi kemacetan yang terjadi. Sejak awal, seluruh pemangku kepentingan terus bekerja sama bahu-membahu untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan dengan aman, lancar, dan andal,” ujar Heru Widodo dalam keterangan tertulisnya.
Penyebab Kepadatan Tinggi di Pelabuhan Ketapang
Kondisi kepadatan yang cukup tinggi di Pelabuhan Ketapang belakangan ini dipicu oleh beberapa faktor utama yang terjadi secara bersamaan. Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan secara signifikan selama periode libur sekolah.
- Kondisi cuaca yang tidak menentu, yang secara langsung memengaruhi pola operasi pelayaran kapal di selat tersebut.
- Adanya penyesuaian distribusi kendaraan logistik dari lintasan penyeberangan lain yang kini beralih menuju lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Strategi Pengoperasian Kapal dan Manajemen Dermaga
Sebagai upaya nyata untuk memenuhi kapasitas angkut penumpang dan kendaraan, ASDP kini telah mengoperasikan antara 28 hingga 30 unit kapal setiap harinya. Langkah operasional yang masif ini juga mencakup optimalisasi dukungan kapal pada beberapa titik penting seperti Dermaga Bulusan, dermaga LCM (Landing Craft Machine), dan dermaga ponton.
Selain menambah jumlah armada kapal, pihak ASDP juga melakukan pengaturan dermaga yang disesuaikan secara khusus berdasarkan karakteristik masing-masing jenis kendaraan. Pembagian ini dilakukan guna meminimalkan risiko pencampuran kendaraan (mixing conflict) serta mempercepat proses bongkar muat di pelabuhan:
- Kendaraan Pribadi dan Kecil: Diprioritaskan untuk melalui Dermaga MB I, MB II, MB III, dan dermaga ponton.
- Kendaraan Logistik Ukuran Besar: Dialihkan dan dilayani melalui Dermaga MB IV serta tiga dermaga LCM yang tersedia.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menegaskan bahwa seluruh sumber daya operasional di lapangan telah dioptimalkan sepenuhnya demi mempercepat penguraian antrean kendaraan yang mengular.
“Kami mengoperasikan 28 hingga 30 kapal setiap hari serta mengoptimalkan layanan di Dermaga MB, LCM, Bulusan, dan ponton. Kami juga menerapkan pola TBB atau Tiba-Bongkar-Berangkat untuk mempercepat siklus pelayaran kapal. Bersama seluruh stakeholder, kami terus melakukan pengaturan arus lalu lintas, pengelompokan kendaraan secara disiplin, serta pemanfaatan kantong parkir Bulusan agar antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap,” jelas Arief.
Rekayasa Jalur Darat dan Sistem Penundaan Kendaraan
Dari sisi darat, ASDP bekerja sama dengan Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan kantong parkir Bulusan sebagai area penyangga (buffer zone). Kantong parkir ini memiliki kapasitas tampung mencapai sekitar 400 unit kendaraan logistik.
Truk dengan golongan VI ke atas diarahkan untuk memasuki area buffer zone tersebut sebagai bagian dari penerapan sistem penundaan (delaying system). Kendaraan logistik besar ini akan ditahan sementara waktu di kantong parkir hingga area dermaga pelabuhan dinyatakan siap untuk menerima muatan baru.
Sementara itu, untuk menghindari penumpukan di jalur utama, kendaraan kecil dan kendaraan pribadi yang datang dari arah selatan Banyuwangi dialihkan melalui rute alternatif Jalan Lingkar Ketapang. Pengalihan arus lalu lintas ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang terjadi pada ruas jalan arteri menuju pelabuhan.
Koordinasi Cuaca dan Program Diskon Tarif
ASDP juga terus aktif berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beserta otoritas pelabuhan setempat guna memantau perkembangan cuaca secara real-time. Hal ini penting untuk melakukan penyesuaian pola operasi kapal dengan cepat apabila terjadi perubahan cuaca ekstrem yang membahayakan pelayaran.
Para pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini, merencanakan waktu perjalanan dengan matang, serta melakukan pembelian tiket secara online melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di area pelabuhan guna menghindari penumpukan di loket fisik.
Guna memberikan keringanan bagi masyarakat selama periode libur sekolah ini, pemerintah juga menggelar Program Diskon Tarif Penyeberangan. Program ini memberikan potongan sebesar 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan, yang jika dirata-rata setara dengan potongan sekitar 21,9% dari total tarif tiket penyeberangan pada tujuh lintasan strategis nasional, termasuk lintasan Ketapang-Gilimanuk.





