Lalai di Jalur Cepat: Tabrakan Beruntun Bus E&P Travel di Virginia Tewaskan Satu Keluarga, Sopir Resmi Ditahan

  • Bagikan

rakyatinside.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas fatal yang melibatkan bus pariwisata terjadi di Interstate 95 (I-95), Virginia, Amerika Serikat. Insiden tragis yang berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026 ini merenggut lima korban jiwa serta menyebabkan puluhan orang lainnya luka-luka. Pihak kepolisian setempat bergerak cepat dengan mengamankan pengemudi bus, Jing S Dong, yang kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian fatal saat berkendara.

Dong ditangkap langsung oleh aparat kepolisian saat menjalani perawatan medis di rumah sakit pada hari Sabtu, sehari setelah kecelakaan. Berdasarkan penyelidikan awal pihak kejaksaan, bus yang dioperasikan oleh perusahaan E&P Travel tersebut sedang menempuh perjalanan dari New York menuju North Carolina. Saat melintasi wilayah Virginia, bus dilaporkan gagal mengurangi kecepatan di jalur padat I-95, sehingga menghantam mobil Chevrolet Suburban dan beberapa kendaraan lain di depannya dengan sangat keras.

Benturan beruntun tersebut memicu kebakaran hebat pada salah satu mobil yang terlibat. Jaksa penuntut wilayah Virginia, Eric Olsen, menyatakan bahwa terdapat bukti kuat mengenai kelalaian kriminal yang dilakukan oleh Dong dalam mengendalikan armada transportasi publik tersebut. Akibatnya, Dong kini menghadapi dua dakwaan awal pembunuhan tidak disengaja (involuntary manslaughter), dengan potensi tuntutan tambahan yang tengah disiapkan penyidik. Masing-masing dakwaan tersebut membawa ancaman hukuman maksimal hingga 10 tahun penjara.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam karena mayoritas korban tewas merupakan satu keluarga yang tengah dalam perjalanan menuju acara pernikahan di South Carolina. Identitas keempat korban dalam mobil yang terbakar tersebut adalah Dmitri Doncev, istrinya Ecaterina, serta kedua anak mereka, Emily dan Mark. Sementara itu, korban tewas kelima diidentifikasi sebagai Priscilla Mafalda, seorang perempuan berusia 25 tahun yang berada di dalam Chevrolet Suburban.

Baca Juga:  Tanggapan Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Temuan Uang di Cipete dan Sentul

Selain korban tewas, kecelakaan beruntun ini memaksa 44 korban lainnya dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Pihak otoritas keselamatan setempat mengonfirmasi bahwa tiga korban di antaranya masih berada dalam kondisi kritis akibat luka benturan yang sangat parah. Kasus ini kini memicu sorotan publik di Amerika Serikat terkait pengawasan kelaikan armada bus antarnegara bagian serta jam kerja para pengemudinya di jalur sibuk Pantai Timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *