Rakyatinside.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan ekonomi daerah melalui program Bakti BCA. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan merangkul Desa Patakbanteng, sebuah desa yang terletak di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini terpilih menjadi bagian dari desa binaan Bakti BCA sekaligus menjadi lokasi utama pelaksanaan program sosial kemahasiswaan bertajuk Genera-Z Berbakti 2026.
Program Genera-Z Berbakti 2026 merupakan sebuah inisiatif berbentuk kompetisi proposal (call for proposal) yang ditujukan bagi kelompok mahasiswa di seluruh Indonesia. Melalui program ini, para mahasiswa diajak untuk merancang dan melaksanakan program pengabdian masyarakat di desa-desa binaan Bakti BCA. Kelompok mahasiswa yang berhasil memenangkan kompetisi ini dijadwalkan akan melakukan kegiatan tinggal bersama warga (live in) sepanjang bulan Juli 2026. Selama masa tersebut, mereka akan langsung mengimplementasikan berbagai inovasi sosial yang telah dirancang demi kemajuan serta kemandirian Desa Patakbanteng.
Komitmen BCA Dorong Desa Binaan Naik Kelas
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Patakbanteng didasarkan pada besarnya potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. BCA berkomitmen untuk meningkatkan daya tarik sektor pariwisata sekaligus mengakselerasi roda perekonomian masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, BCA menerapkan strategi pendampingan yang menyeluruh. Pendampingan ini meliputi program pembinaan berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) setempat, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan seluruh desa binaan, termasuk Desa Patakbanteng, dapat naik kelas menjadi komunitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Kekayaan Budaya Tradisional Desa Patakbanteng
Selain keindahan alamnya, Desa Patakbanteng juga dikenal luas karena masih merawat dan melestarikan kekayaan budaya leluhur secara turun-temurun. Salah satu tradisi adat yang paling menonjol dan terus dihidupkan oleh masyarakat setempat adalah upacara Baritan Terang Bulan.
Upacara adat Baritan Terang Bulan diselenggarakan setiap bulan Suro, tepatnya pada malam ke-10 dalam sistem penanggalan Jawa. Bagi warga Desa Patakbanteng, tradisi ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan sebuah bentuk ungkapan rasa syukur yang mendalam atas hasil panen pertanian yang melimpah. Selain itu, ritual ini juga diiringi dengan doa bersama memohon keselamatan, ketenteraman, serta kesejahteraan bagi seluruh warga desa. Di samping upacara adat tersebut, masyarakat juga aktif melestarikan Tari Patak Lengger, sebuah tarian tradisional khas yang kini menjadi bagian erat dari identitas budaya warga setempat.
Potensi Komoditas Unggulan Lereng Gunung Prau
Letak geografis Desa Patakbanteng yang berada di lereng Gunung Prau dengan tanah vulkanik yang subur memberikan keuntungan besar bagi sektor pertanian. Para pelaku usaha lokal di desa ini berhasil memanfaatkan kesuburan tanah Dieng untuk mengembangkan berbagai komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi, di antaranya:
- Manisan Carica: Buah pepaya gunung (carica) yang merupakan tanaman endemik khas Dieng berhasil diolah oleh pelaku usaha lokal menjadi produk manisan segar. Produk olahan ini kini telah dikenal luas bahkan hingga ke pasar internasional.
- Minuman Herbal Purwoceng: Udara dingin di lereng Gunung Prau memicu kreativitas warga untuk mengolah tanaman purwoceng (Pimpinella pruatjan) menjadi minuman herbal tradisional. Dikenal dengan julukan “Ginseng Jawa”, minuman hangat ini berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, meningkatkan vitalitas, serta membantu melancarkan peredaran darah.
- Kentang Kuning Berkualitas Tinggi: Dataran tinggi Dieng sangat terkenal dengan komoditas kentang kuningnya. Kentang dari wilayah ini memiliki karakteristik unik, yaitu berkadar air rendah dan bertekstur pulen. Keunggulan fisik ini membuat kentang tidak mudah hancur saat dimasak, sehingga sangat ideal untuk diolah menjadi aneka camilan lezat seperti keripik, perkedel, maupun kentang mustofa.
Melalui kolaborasi sinergis antara potensi lokal Desa Patakbanteng dan program pendampingan dari Bakti BCA, desa di dataran tinggi Dieng ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif yang mandiri di Jawa Tengah.





