Elon Musk Bantah Kabar SpaceX Sedang Kembangkan Gadget AI Terbaru

  • Bagikan
Ilustrasi logo SpaceX dan bantahan Elon Musk terkait pengembangan gadget AI baru
Ilustrasi logo SpaceX dan bantahan Elon Musk terkait pengembangan gadget AI baru

Rakyatinside.com – CEO SpaceX, Elon Musk, secara tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa perusahaannya tengah mengembangkan perangkat atau gadget kecerdasan buatan (AI) baru. Kabar mengenai proyek perangkat keras ini sempat beredar luas sebelum akhirnya mendapat tanggapan langsung dari sang miliarder.

Melalui unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter), Elon Musk menyatakan bahwa rumor tersebut sama sekali tidak berdasar. “Sama sekali tidak benar,” tulis Musk singkat untuk merespons pemberitaan tersebut, sebagaimana dikutip dari laporan The Verge.

Kronologi Munculnya Rumor Gadget AI SpaceX

Kabar mengenai gadget AI ini pertama kali diembuskan oleh media finansial terkemuka, The Wall Street Journal (WSJ). Dalam laporannya, WSJ mengklaim bahwa SpaceX sempat memamerkan prototipe perangkat mirip telepon genggam (handset) kepada para investor.

Demonstrasi rahasia tersebut dilaporkan terjadi menjelang penawaran umum perdana (IPO) SpaceX pada Juni kemarin. Momentum ini juga bertepatan dengan pencapaian Elon Musk yang dinobatkan sebagai triliuner pertama di dunia berkat lonjakan valuasi perusahaannya.

Menurut sumber internal yang dikutip WSJ, perangkat itu dirancang lebih tipis dibandingkan dengan iPhone dan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon. Gadget tersebut juga dikabarkan menjalankan sistem operasinya sendiri dan terintegrasi langsung dengan layanan kecerdasan buatan dari xAI, termasuk chatbot Grok. Namun, investor juga diberi tahu bahwa proyek ini masih dalam tahap sangat awal dan belum ada jaminan akan diproduksi secara massal.

Sikap Elon Musk Terhadap Pembuatan Smartphone

Penolakan Elon Musk terhadap ide membuat perangkat komunikasi genggam sebenarnya bukan hal baru. Musk berulang kali menegaskan keengganannya untuk masuk ke industri smartphone, kecuali jika keadaan benar-benar mendesak.

Baca Juga:  PT NQI dan Hosen-X Bangun Pabrik Baterai dan Panel Surya di Indonesia

Dalam sebuah acara di Pennsylvania tahun lalu, Musk bahkan melontarkan pernyataan ekstrem mengenai ide tersebut. Ia menyebut bahwa memikirkan pembuatan smartphone baru justru membuatnya merasa frustrasi. “Jika kami harus membuat smartphone, kami akan melakukannya, tetapi kami tidak akan berupaya keras untuk membuat smartphone,” ujarnya kala itu.

Sebelumnya pada Februari lalu, Reuters juga sempat melaporkan bahwa SpaceX sedang menggarap ponsel pintar yang dapat terhubung langsung ke jaringan satelit Starlink. Sama seperti rumor kali ini, kabar tersebut juga langsung dibantah oleh Musk.

Implikasi Bagi Pengguna dan Layanan Satelit Starlink

Bagi pembaca di Indonesia yang kini mulai akrab dengan layanan internet satelit Starlink, dinamika ini menunjukkan fokus utama SpaceX. Alih-alih membuat perangkat keras konsumen seperti ponsel pintar, SpaceX tampaknya lebih memilih fokus pada penyediaan infrastruktur konektivitas global.

Laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa Chief Operating Officer (COO) SpaceX, Gwynne Shotwell, sempat memberi tahu investor mengenai rencana perusahaan untuk merilis layanan seluler langsung ke satelit (direct-to-cell) di Amerika Serikat. Layanan ini akan memanfaatkan jaringan satelit internet Starlink yang saat ini menjadi satu-satunya lini bisnis SpaceX yang paling menghasilkan keuntungan.

Di sisi lain, beberapa analis industri berspekulasi bahwa SpaceX kemungkinan akan mengambil langkah strategis lain seperti mengakuisisi operator seluler besar seperti T-Mobile untuk memperkuat penetrasi pasarnya, dibanding memproduksi gadget sendiri dari nol.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *