Rakyatinside.com — Tim Nasional (Timnas) Voli Putra Indonesia harus mengubur mimpi untuk menjuarai putaran pertama SEA V Cup 2026 setelah menelan kekalahan dramatis dari Kamboja pada pertandingan final. Pertandingan perebutan takhta yang berlangsung di Candon, Ilocos Sur, Filipina, pada Minggu (19/7) tersebut berakhir dengan kemenangan bersejarah bagi tim Kamboja. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad Merah Putih yang sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit hingga set penentuan.
Jalannya Pertandingan Set Pertama dan Kedua
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari kubu Kamboja. Timnas Voli Indonesia langsung tertinggal dengan skor 1-4 di awal set pertama. Farhan Halim dan kawan-kawan mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalan dan berhasil memperkecil kedudukan menjadi 4-6. Namun, momentum kebangkitan tersebut sempat terhambat ketika spike keras dari Rama mendarat di luar lapangan permainan. Kesalahan ini membuat Kamboja kembali menjauh dengan keunggulan skor 8-4 tepat sebelum memasuki jeda technical time out.
Setelah pertandingan dilanjutkan kembali, Indonesia menunjukkan respons positif dengan meraup tiga poin beruntun untuk mengubah kedudukan menjadi 7-8. Sayangnya, Kamboja kembali menemukan ritme permainan mereka dan terus memperlebar jarak hingga memimpin empat poin di angka 16-12. Kesalahan demi kesalahan dari pihak Indonesia, termasuk spike tidak terukur dari Boy Arnez, membuat skuad Merah Putih kian tertinggal jauh hingga skor sempat menunjukkan angka 13-21.
Meski sempat tertinggal delapan angka, Indonesia menunjukkan mental pantang menyerah. Mereka perlahan memangkas jarak poin demi poin hingga kedudukan menjadi sangat ketat di angka 20-21. Namun, perjuangan keras tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan, dan Indonesia harus merelakan set pertama jatuh ke tangan Kamboja dengan skor akhir 23-25.
Memasuki set kedua, anak asuh pelatih Reidel Toiran mencoba mengubah strategi dan tampil lebih menekan sejak awal laga. Performa Indonesia terlihat jauh lebih baik dibandingkan set pembuka, di mana mereka mampu menciptakan keunggulan dua hingga tiga poin. Indonesia bahkan sempat memimpin dengan skor cukup meyakinkan 7-3. Kendati demikian, Kamboja memiliki senjata andalan dalam diri Voeurn Veasna. Servis tajam dan menyulitkan dari Veasna berulang kali merusak alur penerimaan bola Indonesia, sehingga skuad Garuda kesulitan untuk membangun serangan yang mematikan. Meski demikian, Indonesia masih mampu menjaga keunggulan tipis 8-7 saat memasuki technical time out pertama di set kedua.
Setelah jeda, Kamboja merespons dengan memperkuat lini pertahanan mereka. Blokade rapat yang dibangun para pemain Kamboja terbukti sangat efektif membendung serangan Indonesia, membuat Merah Putih berbalik tertinggal 9-11. Indonesia terus berupaya menempel ketat perolehan poin lawan, salah satunya berkat kontribusi penting dari Farhan Halim yang berulang kali mencetak poin krusial. Upaya ini membuahkan hasil saat Indonesia kembali memimpin 16-15 pada technical time out kedua.
Namun, situasi kembali berbalik setelah Kamboja memanfaatkan servis menekan dari Veasna untuk merebut poin beruntun dan melampaui perolehan angka Indonesia. Indonesia sempat menyamakan kedudukan dan bahkan memimpin kembali setelah memangkas selisih dua poin. Kamboja tidak tinggal diam dan terus menempel ketat hingga skor imbang 23-23. Ketegangan memuncak saat terjadi deuce pada skor 24-24. Set kedua akhirnya ditutup untuk kemenangan Kamboja dengan skor ketat 26-28 setelah terjadi kesalahan penerimaan servis dari Farhan Halim di poin kritis.
Kebangkitan Timnas Indonesia di Set Ketiga dan Keempat
Tertinggal dua set langsung membuat Indonesia berada di bawah tekanan besar pada awal set ketiga. Di sisi lain, Kamboja tampil penuh percaya diri dan mampu mempertahankan performa terbaik mereka. Kombinasi serangan yang variatif dan pertahanan yang solid dari Kamboja memaksa para pemain Indonesia bekerja ekstra keras hanya untuk mengamankan poin. Pada technical time out pertama di set ketiga, Indonesia kembali tertinggal dengan skor 6-8.
Upaya Farhan Halim dan rekan-rekan untuk bangkit tidak berjalan dengan mudah karena Kamboja bermain dengan tingkat kestabilan yang sangat tinggi. Indonesia sempat berhasil memegang kendali permainan dan memimpin perolehan angka, namun Kamboja selalu memiliki jawaban instan untuk menyamakan kedudukan. Beberapa peluang emas bagi Indonesia untuk memperlebar keunggulan menjadi dua poin kerap kali terbuang sia-sia karena kurangnya penyelesaian akhir yang sempurna. Kendati harus melalui perjuangan yang sangat melelahkan dan penuh ketegangan, Indonesia akhirnya berhasil memperpanjang napas mereka dengan mengamankan kemenangan set ketiga lewat keunggulan tipis 25-23.
Kemenangan di set ketiga membakar semangat juang Timnas Indonesia untuk memaksakan terjadinya set penentuan. Pada set keempat, aksi saling kejar-mengejar poin kembali tersaji dengan intensitas pertandingan yang tidak berkurang sedikit pun dibandingkan set-set sebelumnya. Kedua tim memperagakan permainan terbuka yang sangat menghibur sekaligus menegangkan. Sebuah pukulan smes yang memanjang keluar dari Fauzan Nibras membuat Indonesia harus tertinggal tipis 7-8 pada saat memasuki technical time out pertama set keempat.
Upaya keras skuad asuhan Reidel Toiran untuk mengejar ketertinggalan poin tidak selalu berjalan mulus. Pertahanan kokoh dan permainan disiplin dari para pemain Kamboja kembali menjadi tembok penghalang yang sulit ditembus. Selain itu, terdapat sedikit celah di lini pertahanan Indonesia yang berhasil dieksploitasi dengan baik oleh lawan. Meskipun Indonesia terus mendulang poin demi poin, Kamboja juga selalu berhasil membalas dengan perolehan angka yang sama. Indonesia tertinggal tipis 15-16 saat technical time out kedua set keempat berlangsung.
Selepas jeda, Indonesia terus menempel ketat perolehan angka Kamboja hingga akhirnya berhasil membalikkan keadaan untuk memimpin dengan skor 21-20. Keunggulan momentum ini didapatkan berkat servis mematikan dari Fauzan Nibras yang berhasil dimanfaatkan dengan sangat baik oleh rekan-rekannya di lapangan. Indonesia akhirnya sukses merebut set keempat dengan kemenangan 25-22, memaksa pertandingan berlanjut ke set kelima sebagai penentu.
Set Penentu dan Kemenangan Bersejarah Kamboja
Pada set kelima yang menggunakan sistem 15 poin, konsentrasi dan stamina menjadi kunci utama. Sayangnya, Indonesia kembali gagal melakukan awal pertandingan yang baik, sehingga harus langsung tertinggal cukup jauh dengan skor 2-5 dari Kamboja. Saat kedua tim melakukan perpindahan lapangan, margin keunggulan Kamboja semakin melebar menjadi 4-8.
Serangan-serangan tajam yang dilancarkan para pemain Kamboja terus-menerus membuahkan hasil manis tanpa mampu diadang secara efektif oleh barisan pertahanan Indonesia. Selain itu, koordinasi blokade dari para pemain Kamboja juga masih berfungsi dengan sangat baik, yang kian menyulitkan para spiker Indonesia untuk menembus pertahanan mereka. Situasi diperparah dengan beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh para pemain Indonesia, baik berupa kesalahan serangan maupun servis eror yang secara cuma-cuma menambah pundi-pundi poin bagi Kamboja.
Meskipun Indonesia terus berjuang keras untuk memangkas jarak poin, selisih tiga hingga empat poin tetap terjaga dengan konsisten oleh Kamboja. Pertandingan dramatis ini akhirnya resmi berakhir setelah sebuah insiden block out memastikan kekalahan Indonesia di set kelima dengan skor 11-15. Dengan hasil ini, Kamboja mencatatkan sejarah baru dengan keluar sebagai juara untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan mereka di ajang SEA V Cup.





