Rakyatinside.com – Times Higher Education (THE) secara resmi merilis daftar universitas terbaik di dunia dalam skema THE Sustainability Impact Ratings 2026 pada tanggal 24 Juni 2026. Pemeringkatan internasional yang prestisius ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kontribusi nyata dari berbagai perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan global, yang diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pemeringkatan edisi kali ini, THE mengevaluasi secara komprehensif sebanyak 1.646 universitas yang tersebar di 116 negara dan wilayah di seluruh penjuru dunia. Penilaian ini didasarkan pada akumulasi skor terbaik dari kinerja universitas secara keseluruhan serta kontribusi spesifik mereka pada masing-masing topik SDGs yang ada.
Daftar 10 Kampus Terbaik di Jateng-DIY Versi THE Impact Ratings 2026
Untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terdapat sepuluh perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berhasil menembus daftar pemeringkatan global ini. Kehadiran kampus-kampus ini menunjukkan komitmen kuat institusi pendidikan tinggi di tingkat lokal dalam memberikan dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan. Berikut adalah daftar lengkap sepuluh kampus terbaik tersebut:
1. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Yogyakarta menempati posisi teratas untuk wilayah Jateng-DIY. Di tingkat global, UGM berhasil menduduki peringkat ke-41 dunia dengan perolehan skor total mencapai 93,2. Pencapaian ini menegaskan posisi UGM sebagai salah satu pionir pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
2. Universitas Sebelas Maret (UNS)
Berada di Surakarta, Universitas Sebelas Maret menempati urutan kedua di wilayah ini. UNS berhasil menembus peringkat global 101-200 di dunia dengan raihan skor total berkisar antara 82,3 hingga 89,2.
3. Universitas Diponegoro (Undip)
Universitas Diponegoro yang berbasis di Semarang menempati posisi ketiga. Di tingkat dunia, Undip berada pada rentang peringkat 201-300 dengan capaian skor total sebesar 77,5-82,2.
4. Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Selanjutnya, Universitas Negeri Semarang berada di peringkat keempat untuk wilayah Jateng-DIY. Secara global, Unnes menempati posisi 301-400 dengan perolehan skor total antara 73,9 hingga 77,4.
5. Universitas Islam Indonesia (UII)
Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia menduduki peringkat kelima. UII berada di peringkat global 401-600 dengan rentang skor total 66,2-73,8.
6. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Menyusul di peringkat keenam, Universitas Muhammadiyah Surakarta juga menempati posisi global 401-600 dengan perolehan skor total yang sama, yaitu berkisar antara 66,2 hingga 73,8.
7. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Universitas swasta legendaris yang terletak di Salatiga ini menempati peringkat ketujuh. Di kancah internasional, UKSW menempati posisi 601-800 dengan skor total sebesar 60,7-66,1.
8. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta berada di peringkat kedelapan. Kampus keagamaan negeri ini berada pada peringkat global 601-800 dengan perolehan skor total berkisar antara 60,7-66,1.
9. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
UMY menempati urutan kesembilan dalam daftar kampus terbaik di Jateng-DIY. Secara global, UMY berada di rentang peringkat 601-800 dengan skor total sebesar 60,7-66,1.
10. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Menutup daftar sepuluh besar, Universitas Negeri Yogyakarta menempati peringkat kesepuluh. UNY berada di posisi global 601-800 dengan raihan skor total yang berkisar antara 60,7 hingga 66,1.
Empat Pilar Utama Evaluasi THE Sustainability Impact Ratings
Sistem penilaian yang diterapkan oleh Times Higher Education tidak hanya melihat aspek akademis semata, melainkan didasarkan pada empat pilar inti evaluasi yang mengukur dampak nyata universitas terhadap lingkungan sekitar mereka:
- Penelitian: Mengukur bagaimana universitas memproduksi penelitian-penelitian ilmiah yang relevan dan dapat diaplikasikan langsung untuk mengatasi berbagai tantangan global dalam SDGs.
- Pengelolaan (Stewardship): Menilai peran universitas sebagai penjaga sumber daya yang signifikan, baik dalam pengelolaan sumber daya fisik kampus, maupun pengelolaan kesejahteraan dosen, karyawan, dan mahasiswa mereka.
- Jangkauan (Outreach): Menilai kolaborasi dan kerja nyata yang dilakukan pihak universitas bersama komunitas lokal, regional, nasional, hingga internasional demi memajukan prinsip keberlanjutan.
- Pengajaran: Mengukur peran pengajaran dalam mencetak lulusan dan praktisi terampil yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam karier profesional mereka kelak.
Daftar Lengkap 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang Dinilai
Setiap universitas yang berpartisipasi diperbolehkan mengirimkan data SDGs sebanyak mungkin yang mereka miliki. Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan metrik khusus yang mencakup 17 poin SDGs berikut:
- SDG 1: Pengentasan kemiskinan
- SDG 2: Pengentasan kelaparan
- SDG 3: Kesehatan dan kesejahteraan yang baik
- SDG 4: Pendidikan berkualitas
- SDG 5: Kesetaraan gender
- SDG 6: Air bersih dan sanitasi
- SDG 7: Energi terjangkau dan bersih
- SDG 8: Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
- SDG 9: Industri, inovasi, dan infrastruktur
- SDG 10: Pengurangan kesenjangan
- SDG 11: Kota dan komunitas berkelanjutan
- SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
- SDG 13: Aksi iklim
- SDG 14: Kehidupan di bawah air
- SDG 15: Kehidupan di darat
- SDG 16: Perdamaian, keadilan, dan lembaga yang kuat
- SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan
Secara nasional, pemeringkatan ini juga menempatkan beberapa universitas papan atas Indonesia di peringkat terbaik. Universitas Airlangga (Unair) berhasil menjadi yang terbaik di Indonesia, disusul oleh Universitas Indonesia (UI) di posisi kedua, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat ketiga secara nasional sekaligus memimpin untuk wilayah Jateng-DIY.





