Rakyatinside.com — Laga persahabatan pramusim antara Chelsea melawan klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT), berakhir dengan kekacauan dan kebingungan setelah adu penalti yang seharusnya digelar mendadak dibatalkan. Pertandingan sengit yang berlangsung di Malaysia ini ditutup dengan skor imbang 3-3, namun drama sesungguhnya justru terjadi setelah peluit panjang berbunyi ketika kedua tim gagal menyelesaikan penentuan pemenang melalui adu penalti.
Kronologi Pertandingan dan Hujan Gol
Jalannya pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh drama sejak menit awal. Johor Darul Ta’zim berhasil mengejutkan Chelsea dengan mencetak gol pembuka melalui aksi impresif Arif Aiman Hanapi. Tertinggal satu gol, Chelsea mencoba bangkit dan berhasil membalikkan keadaan berkat dua gol cepat yang dicetak oleh Liam Delap melalui titik penalti. Namun, keunggulan Chelsea tidak bertahan lama setelah Oscar Arribas dan Bergson kembali mencetak gol untuk membawa JDT memimpin jalannya laga. Chelsea akhirnya terhindar dari kekalahan berkat gol bunuh diri dramatis dari pemain JDT, Antonio Cristian, di menit-menit akhir pertandingan yang membuat skor menjadi imbang 3-3.
Kontroversi Pembatalan Adu Penalti secara Sepihak
Begitu pertandingan berakhir imbang, para penonton di stadion dan staf tim mengira laga akan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti. Berdasarkan kesepakatan awal dan kontrak pertandingan, adu penalti wajib digelar jika waktu normal berakhir seri guna menentukan pemenang laga persahabatan ini. Namun, situasi mendadak berubah menjadi kacau ketika para pemain JDT dan ofisial pertandingan justru langsung berjalan menuju lorong ruang ganti, meninggalkan lapangan tanpa melaksanakan adu penalti tersebut.
Pembatalan sepihak ini memicu kemarahan besar dari pihak Chelsea. Kepala operasional tim utama Chelsea, Kevin Campello, terlihat sangat kesal dan terlibat adu mulut yang sangat sengit di pinggir lapangan dengan para ofisial. Campello berulang kali berteriak kepada wasit untuk memprotes keputusan tersebut dengan menegaskan bahwa aturan adu penalti tersebut sudah tertulis jelas di dalam kontrak pertandingan kedua tim. Kendati mendapat protes keras dan argumen panas dari staf operasional Chelsea, keputusan pembatalan tetap tidak berubah, dan pertandingan resmi dinyatakan selesai tanpa adanya pemenang.
Dampak Laga bagi Johor Darul Ta’zim dan Badai Cedera Chelsea
Hasil imbang ini membawa catatan positif bagi Johor Darul Ta’zim yang sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di semua kompetisi. Rekor luar biasa klub raksasa Malaysia ini telah berjalan sejak bulan April 2021. Menghadapi klub raksasa Liga Inggris seperti Chelsea dan mampu menahan imbang tentu menjadi pencapaian tersendiri bagi JDT, meskipun akhir pertandingan harus diwarnai kontroversi pembatalan adu penalti.
Di sisi lain, pertandingan pramusim ini memberikan kerugian yang cukup besar bagi Chelsea, terutama di sektor pertahanan. Chelsea harus kehilangan Mamadou Sarr yang terpaksa ditarik mundur saat sesi pemanasan, padahal namanya sudah tercantum dalam daftar susunan pemain utama. Nasib sial juga menimpa bek muda Aaron Anselmino yang tampak menangis saat harus ditarik keluar lapangan akibat cedera pada menit ke-29. Pukulan ganda akibat cedera pemain belakang ini tentu menjadi bayang-bayang mengkhawatirkan bagi jalannya tur pramusim di bawah asuhan Xabi Alonso sebelum tim kembali ke Eropa.
Persiapan Chelsea Kembali ke Eropa
Setelah menyelesaikan laga yang penuh drama dan kekacauan di Malaysia, skuad Chelsea harus segera terbang kembali ke Eropa untuk mempersiapkan pertandingan uji coba pramusim terakhir mereka. Chelsea dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat dari klub Spanyol, Real Sociedad, pada hari Sabtu mendatang. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi pelatih untuk membenahi lini pertahanan yang rapuh serta memantau kondisi kebugaran Mamadou Sarr dan Aaron Anselmino. Laga pramusim terakhir ini sangat krusial sebelum Chelsea memulai perjalanan kompetisi resmi mereka di laga pembuka Premier League melawan Fulham.





