Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Hadiahkan Tujuh Buku untuk Jakarta

  • Bagikan
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Hadiahkan Tujuh Buku untuk Jakarta
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Hadiahkan Tujuh Buku untuk Jakarta

Rakyatinside.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta ke-499, mantan Direktur World Health Organization (WHO) untuk Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, memberikan sebuah kontribusi istimewa berupa kado buku. Tokoh kesehatan masyarakat ini menyerahkan tujuh buku karyanya kepada Perpustakaan Jakarta yang berlokasi di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Langkah ini menjadi wujud kepedulian nyata seorang akademisi dan praktisi kesehatan terhadap peningkatan literasi warga di kota kelahirannya.

Bagi Prof. Tjandra Yoga Aditama, Jakarta bukan sekadar tempat beraktivitas sehari-hari, melainkan ruang kehidupan yang sangat personal. Lahir pada tahun 1955, ia telah menghabiskan lebih dari tujuh dekade hidupnya di kota ini. Perjalanan hidupnya merentang dari masa kanak-kanak yang dihabiskan di Jalan Panglima Polim Raya, Kebayoran Baru, hingga masa lansia yang kini dijalaninya di Jalan Poncol, Cilandak. Kedekatan emosional inilah yang mendorongnya untuk memberikan persembahan berharga bagi kota yang telah membesarkannya.

Penyerahan koleksi buku ini dilakukan secara langsung pada tanggal 25 Juni 2026. Prof. Tjandra mengaku merasa sangat berbesar hati karena karyanya diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nasruddin Djoko Surjono, MBA. Proses penyerahan buku ini dapat berjalan dengan lancar berkat fasilitasi dan bantuan dari dr. Widyastuti, MKM. Tokoh yang kini menjabat sebagai Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta tersebut merupakan rekan kerja lama Prof. Tjandra yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga tahun 2023.

Daftar Tujuh Buku Kesehatan Karya Prof. Tjandra

Buku-buku yang diserahkan merupakan kompilasi pemikiran, catatan penting, dan analisis mendalam mengenai perkembangan kesehatan masyarakat global dan nasional. Sebagian besar materi ditulis sejak awal masa pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020 hingga berbagai isu kesehatan penting yang muncul hingga tahun 2025. Berikut adalah daftar lengkap tujuh buku yang kini menjadi koleksi Perpustakaan Jakarta:

  • COVID-19 Dalam Tulisan Prof Tjandra – Diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI. Buku pertama ini merekam fase awal perjuangan menghadapi pandemi.
  • COVID-19 Dalam Tulisan Prof Tjandra Jilid 2 – Diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, melanjutkan catatan penanganan pandemi fase berikutnya.
  • COVID-19 Dalam Tulisan Prof Tjandra Jilid 3 – Diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, mengulas dinamika vaksinasi dan varian baru.
  • COVID-19 Dalam Tulisan Prof Tjandra Jilid 4 – Diterbitkan oleh Universitas YARSI, berfokus pada analisis akademis dan edukasi masyarakat mengenai transisi pandemi.
  • Peristiwa Kesehatan Catatan Prof Tjandra – Juni – Desember 2022 – Diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, merangkum isu kesehatan pasca-puncak pandemi.
  • 50 Tulisan Kesehatan Prof Tjandra tahun 2023 – Diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), membahas berbagai tantangan kesehatan respirasi dan kesehatan umum.
  • Catatan Peristiwa Kesehatan Prof Tjandra – Januari – Desember 2024 – Diterbitkan oleh penerbit Guepedia, mengulas kaleidoskop kesehatan sepanjang tahun 2024.
Baca Juga:  8 Fenomena Langit Juli 2026, Panduan Lengkap Menyaksikan Hujan Meteor dan Komet

Selain ketujuh buku di atas, Prof. Tjandra mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat satu karya terbaru lainnya yang sedang dalam proses penerbitan. Buku tersebut berjudul “134 Tulisan Kesehatan Prof Tjandra tahun 2025” yang diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Karya tambahan ini direncanakan akan segera menyusul untuk melengkapi koleksi buku kesehatan masyarakat di Perpustakaan Jakarta agar masyarakat mendapatkan akses informasi kesehatan yang mutakhir.

Kesan Mendalam Terhadap Perpustakaan Jakarta

Kunjungan penyerahan buku tersebut ternyata menjadi momen pertama bagi Prof. Tjandra mendatangi langsung Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di TIM. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap fasilitas publik tersebut dan membagikan tiga kesan utama yang ia rasakan selama berada di sana.

Kesan pertama yang ia rasakan adalah tingginya antusiasme warga Jakarta dalam membaca. Ia melihat hampir setiap sudut ruangan dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai kalangan usia yang sedang membaca, berdiskusi, atau sekadar menikmati atmosfer perpustakaan yang tenang. Pemandangan ini menepis anggapan bahwa minat baca masyarakat rendah. Prof. Tjandra bahkan menyamakan suasana di Perpustakaan Jakarta dengan perpustakaan-perpustakaan kelas dunia yang pernah ia kunjungi langsung di New York, Tokyo, maupun Sydney.

Kesan kedua berkaitan dengan kekayaan dan kelengkapan koleksi buku yang tersedia. Perpustakaan yang menempati gedung bertingkat dengan fasilitas modern dan nyaman ini dinilai telah berhasil menjadi rumah pengetahuan yang representatif bagi publik. Ia berharap donasi bukunya dapat memberikan variasi bacaan bermutu bagi warga kota yang ingin mendalami isu-isu kesehatan masyarakat.

Kesan ketiga adalah keberadaan berbagai program inovatif yang diselenggarakan oleh pengelola perpustakaan. Beberapa program menarik perhatiannya, seperti kegiatan membaca bersama, ruang interaktif Studio Imersif, hingga program unik bertajuk “Night at Library”. Program kreatif semacam ini dinilai sangat efektif untuk mendekatkan perpustakaan dengan denyut kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Siapkan Bantuan Rp2,7 Juta bagi Siswa Tidak Lolos Sekolah Negeri

Menuju Jakarta sebagai Kota Global

Menurut Prof. Tjandra, apa yang disaksikannya di Perpustakaan Jakarta adalah bukti nyata dari filosofi klasik “membaca adalah jendela dunia”. Di tengah upaya pemerintah daerah untuk mentransformasikan Jakarta menjadi Kota Global pasca-perpindahan ibu kota negara, kehadiran fasilitas perpustakaan yang hidup, inklusif, ramah, dan dekat dengan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.

Di akhir perbincangannya, ia menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik bagi kota yang telah menemeninya sepanjang hidup. Ia mendoakan agar di usianya yang hampir menginjak lima abad ini, Jakarta dapat terus maju, kesejahteraan warganya meningkat, serta budaya literasi dan membaca terus tumbuh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *