Rakyatinside.com — Menjelang usianya yang hampir mencapai lima abad, kota Jakarta terus mengalami transformasi fisik yang sangat signifikan. Sebuah konten viral di media sosial TikTok yang diunggah oleh kreator @geminiranja atau H1STORYMAKER berhasil menarik perhatian publik dengan menyajikan komparasi visual mengenai wajah Jakarta tempo dulu dibandingkan dengan kondisinya saat ini.
Video tersebut menampilkan berbagai lokasi ikonik di Jakarta yang telah berubah total seiring berjalannya waktu. Perubahan ini memberikan gambaran bagaimana derap pembangunan kota telah mengubah lanskap sejarah menjadi pusat bisnis dan pemukiman modern yang padat.
Transformasi Lokasi Ikonik Jakarta
Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas bagaimana bangunan-bangunan bersejarah telah berganti fungsi. Salah satunya adalah Villa Raden Saleh yang kini telah berubah menjadi RS Cikini. Begitu pula dengan Perempatan Harmoni, yang potretnya pada tahun 1895 tampak kontras jika disandingkan dengan kondisi infrastruktur saat ini.
Beberapa lokasi yang menunjukkan perubahan mencolok antara lain:
- Lapangan Banteng Barat: Membandingkan suasana tahun 1880 dengan penataan saat ini.
- Jalan Gunung Sahari: Transformasi signifikan yang terjadi sejak tahun 1980.
- Pintu Air Manggarai: Perubahan fungsi dan estetika kawasan yang kini jauh berbeda.
- Balai Kota Jakarta: Perbandingan visual dari tahun 1925 hingga era modern.
- Stasiun Tanah Abang: Evolusi dari stasiun kereta api tahun 1910 hingga menjadi pusat transit tersibuk.
Dampak Pembangunan Bagi Warga
Selain lokasi di atas, konten tersebut juga menyoroti kawasan Pancoran Glodok (1946), Gedung Katedral (1890), hingga kawasan Jalan Pintu Besar Selatan yang dulunya dikenal sebagai Kampung China pada tahun 1880. Perubahan di area seperti Jalan Hayam Wuruk, Jalan Salemba, dan area sekitar Gedung Kesenian Jakarta menunjukkan betapa pesatnya modernisasi di ibu kota.
Bagi masyarakat, melihat dokumentasi sejarah ini menjadi cara untuk menghargai jejak masa lalu di tengah gempuran pembangunan gedung pencakar langit dan proyek infrastruktur seperti MRT. Koleksi perbandingan yang dibuat oleh kreator tersebut memberikan perspektif baru bagi warga Jakarta untuk lebih mengenal sejarah tempat yang mereka tinggali setiap hari, sekaligus memahami dinamika kota yang terus bergerak menuju usia lima abad.





