Inisiatif Samsung for Education Bantu Guru Indonesia Integrasikan Teknologi AI di Kelas

  • Bagikan
Guru di Indonesia menggunakan perangkat tablet Samsung untuk proses pembelajaran digital di kelas.
Guru di Indonesia menggunakan perangkat tablet Samsung untuk proses pembelajaran digital di kelas.

Rakyatinside.com – Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, sekolah-sekolah di Indonesia kini menghadapi tantangan baru dalam dunia pendidikan. Salah satu tantangan utama tersebut adalah bagaimana membantu para tenaga pendidik atau guru dalam menggunakan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) secara efektif guna mendukung hasil pembelajaran yang lebih berkualitas bagi para siswa.

Perubahan besar dalam dunia pendidikan sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan di dalam ruang kelas. Penggunaan perangkat digital dan sistem AI dirancang untuk mempermudah penyampaian materi pelajaran, membuat proses belajar menjadi lebih interaktif, praktis, dan menarik bagi siswa setiap harinya. Teknologi ini juga memungkinkan kolaborasi antar siswa berjalan lebih lancar dan dinamis.

Visi Samsung for Education dalam Transformasi Digital

Menanggapi kebutuhan tersebut, Samsung melalui program Samsung for Education menghadirkan berbagai inisiatif strategis untuk mendukung sektor pendidikan di tanah air. Program ini bertujuan membangun kepercayaan diri para pendidik dalam mengoperasikan perangkat digital, termasuk mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis AI dengan cara yang praktis dan relevan dengan situasi di kelas.

Samsung for Education dibangun di atas visi untuk memberdayakan pendidik, menginspirasi para pelajar, serta membantu sekolah untuk tumbuh dengan percaya diri di era digital yang kompetitif. Dukungan yang diberikan tidak hanya terbatas pada penyediaan perangkat keras, tetapi juga mencakup pelatihan terstruktur, program pendampingan, penyediaan sumber daya pengajaran digital, hingga akses ke komunitas pembelajaran yang luas.

Kesiapan guru dianggap sebagai faktor kunci dalam memastikan bahwa teknologi digunakan dengan tujuan yang tepat. Melalui program Samsung for Education Professional Development (SfE PD) dan berbagai modul e-Learning, para guru diberikan ruang untuk mengeksplorasi cara-cara praktis dalam memanfaatkan perangkat digital dan AI, mulai dari tahap persiapan pelajaran hingga pelaksanaan di kelas.

Baca Juga:  Promo Kursus Excel dan Spreadsheet Mulai dari 250 Ribu Rupiah

Sinergi dengan Kurikulum Merdeka

Langkah yang diambil Samsung ini dinilai sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang dicanangkan pemerintah. Kurikulum tersebut menekankan pada penguatan kompetensi siswa, yang mencakup kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital. Dengan memberikan dukungan penuh kepada guru terlebih dahulu, Samsung berupaya membantu sekolah menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif, menarik, dan berkelanjutan.

VP & Regional Head of Mobile eXperience Business, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Carl Nordenberg, menjelaskan bahwa investasi dalam pengembangan profesional dan komunitas sangat penting untuk membantu guru membangun keterampilan digital. Dengan memberdayakan pendidik, Samsung ingin memastikan bahwa dampak positif dari teknologi ini dapat dirasakan dalam jangka panjang bagi ekosistem pendidikan.

Di sisi lain, sekolah-sekolah mulai memandang teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan bagian integral dari pengalaman belajar sehari-hari. Contoh nyata terlihat di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS), di mana kolaborasi dengan Samsung dianggap sebagai langkah strategis untuk menghadirkan digitalisasi yang praktis dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh program pendidikan mereka.

Tiga Pilar Utama Samsung for Education

Untuk menciptakan dampak yang lebih terstruktur, Samsung for Education menyatukan serangkaian inisiatif melalui tiga pilar utama: Digital Learning in Practice, Samsung Learning Hub, dan Samsung Digital Lighthouse School.

1. Digital Learning in Practice

Pilar ini menonjolkan bagaimana penggunaan perangkat Galaxy dan solusi bawaan Samsung dapat meningkatkan efektivitas pengajaran. Di lapangan, perubahan ini terlihat dari meningkatnya keterlibatan dan inspirasi siswa saat belajar di kelas.

Rachmalia, seorang guru Matematika di Salman Al Farisi Bandung, membagikan pengalamannya menggunakan perangkat Samsung Galaxy. Ia memanfaatkan aplikasi Canva untuk membuat materi pelajaran yang visualnya menarik, lalu menampilkannya di depan kelas melalui fitur Samsung Smart View. Metode ini terbukti membuat penjelasan materi yang rumit menjadi lebih jelas bagi para murid.

Baca Juga:  Tips Atasi Gugup Wawancara Kerja Melalui Kelas Simulasi Online

Selama proses belajar mengajar, Rachmalia menggunakan fitur Samsung Notes pada tablet Galaxy miliknya untuk menandai poin-poin penting secara langsung. Di saat yang sama, siswa dapat mengikuti penjelasan tersebut melalui perangkat mereka masing-masing. Distribusi tugas juga menjadi lebih cepat berkat fitur Quick Share, yang memungkinkan siswa mengirimkan hasil kerja mereka secara instan dan berkolaborasi dengan lebih efisien.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Nia Sapari, seorang guru Bahasa Indonesia. Saat membimbing siswa menulis teks deskriptif dan naratif bertema keluarga, ia memanfaatkan fitur Split Screen pada tablet Samsung. Siswa dapat membuka browser Chrome untuk mencari gambar animasi sambil tetap membuka Samsung Notes untuk menyusun pohon keluarga mereka. Proses seret-dan-lepas (drag-and-drop) gambar secara langsung membuat kegiatan belajar menjadi lebih interaktif dan kreatif.

2. Samsung Learning Hub (SLH)

Samsung Learning Hub berfungsi sebagai platform utama bagi pengembangan profesional guru. Platform online ini menawarkan berbagai modul pelatihan terstruktur, mulai dari tingkat dasar hingga strategi pengajaran tingkat lanjut. Keunggulan platform ini adalah fleksibilitasnya, di mana guru dapat belajar secara mandiri kapan saja sesuai dengan jadwal mengajar mereka.

Selain modul teks, platform ini menyediakan video panduan singkat dan konten pilihan dari mitra pendidikan global seperti Carolina Science dan Meritus AI. Guru juga dapat bergabung dalam forum komunitas untuk saling bertukar ide dan mendapatkan dukungan dari sesama rekan profesi.

Yuli Astuti, seorang guru di SD Al Muslim, menyatakan bahwa Samsung Learning Hub sangat membantu proses pengembangan pribadinya. Materi yang disajikan, seperti kursus yang menggunakan elemen permainan (gamifikasi) melalui platform Assembler dan Scratch, dianggap sangat menarik. Hal ini membantu guru dalam membimbing siswa mengembangkan keterampilan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity).

Baca Juga:  Bootcamp Olah Data Kuantitatif 35 Hari Bantu Mahasiswa Selesaikan Skripsi dan Tesis

3. Samsung Digital Lighthouse School (SDLS)

Melalui pilar ketiga ini, Samsung memberikan dukungan yang lebih komprehensif bagi sekolah dalam melakukan transformasi digital secara berkelanjutan. Beberapa sekolah di Indonesia telah menjadi bagian dari program ini, termasuk SD Al Muslim, Salman Al Farisi, Al Azhar 25, dan yang terbaru adalah Thursina International Islamic Boarding School (IIBS).

Pada awal Januari 2026, Thursina IIBS dijadwalkan meresmikan statusnya sebagai Samsung Digital Lighthouse School. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menanamkan inovasi digital di seluruh ekosistem pembelajaran. Program SDLS tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan praktik pembelajaran, pengembangan guru, dan partisipasi aktif siswa dalam lingkungan belajar digital yang sehat.

Membangun Masa Depan Pendidikan Indonesia

Secara keseluruhan, inisiatif Samsung for Education menunjukkan bahwa teknologi digital dan AI dapat memberikan dampak yang lebih bermakna jika didukung oleh ekosistem yang tepat. Integrasi antara perangkat yang terhubung, pelatihan guru yang intensif, dan platform pembelajaran yang fleksibel menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.

Melalui pendekatan yang luas dan terencana, Samsung berkomitmen untuk terus mendukung upaya Indonesia dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan memberdayakan para pendidik terlebih dahulu, diharapkan sekolah-sekolah di Indonesia dapat merangkul inovasi teknologi secara praktis dan berkelanjutan demi kemajuan generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *