Jayapura – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (Mari-Yo), unggul dalam hitung cepat (quick count) Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 2025, dengan perolehan suara 50,71% menurut lembaga survei Indikator Politik.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengucapkan selamat atas keunggulan pasangan yang diusung oleh 17 partai politik, termasuk Golkar, NasDem, Demokrat, PKS, dan lainnya.
“Saya mengucapkan selamat kepada pasangan Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen atas kemenangannya dalam Pilkada Papua,” ujar Sarmuji dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (7/8/2025).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada rakyat Papua yang telah mendukung pasangan tersebut dan mensukseskan PSU.
“Ini bukan semata kemenangan paslon, tapi kemenangan rakyat Papua yang menginginkan perubahan dan kemajuan,” tambahnya.
Hasil quick count Indikator Politik, dengan 100% data masuk per Kamis (7/8/2025), menunjukkan Matius-Aryoko meraih 50,71% suara, mengungguli pasangan nomor urut 1, Benhur Tomi Mano-Constant Karma, yang memperoleh 49,29%.
Data ini diambil dari 250 TPS dengan metode stratified-cluster random sampling dan margin of error ±2,19% pada tingkat kepercayaan 95%.
Sementara itu, quick count internal Partai Golkar mencatat Matius-Aryoko unggul dengan 57,52% suara per 6 Agustus 2025 pukul 19.17 WIT, dibandingkan Benhur-Constant dengan 42,48%.
Plt Ketua DPD Golkar Papua, Ahmad Doli Kurnia, juga menyebutkan hasil exit poll menunjukkan perolehan 57%, dengan margin of error 4,5%.
PSU Pilkada Papua digelar atas perintah Mahkamah Konstitusi (MK) setelah membatalkan hasil Pilgub Papua 2024 karena ditemukan pelanggaran prosedur.
Rekapitulasi suara resmi masih akan dilakukan KPU secara berjenjang untuk menentukan hasil akhir.
Sarmuji mengapresiasi penyelenggara pemilu dan aparat keamanan yang memastikan PSU berjalan damai dan demokratis, seraya berharap Matius-Aryoko dapat membawa kemajuan bagi Papua.
(eko/and)





