Warga Eropa Mulai Ramai Membeli AC Akibat Gelombang Panas Ekstrem

  • Bagikan
Ilustrasi warga Eropa membeli pendingin ruangan atau AC akibat cuaca panas ekstrem
Ilustrasi warga Eropa membeli pendingin ruangan atau AC akibat cuaca panas ekstrem

Rakyatinside.com – Masyarakat di berbagai negara Eropa kini tengah menghadapi situasi cuaca ekstrem yang sangat menyengat. Gelombang panas yang memecahkan rekor suhu tertinggi memaksa warga di wilayah tersebut untuk mengubah kebiasaan lama mereka. Jika dahulu penggunaan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) sangat jarang diminati di Eropa, kini kondisinya berbalik drastis seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk bertahan hidup di tengah cuaca terik.

Suhu ekstrem ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga telah merenggut korban jiwa, mengganggu stabilitas pasokan energi listrik, hingga memaksa sejumlah sekolah ditutup. Guna mencari solusi instan agar tetap sejuk, warga dan pelaku usaha di seluruh Eropa kini berebut untuk membeli AC, baik jenis portabel maupun AC yang dipasang di dinding.

Lonjakan Penjualan Produsen AC Asal Asia

Fenomena perubahan perilaku konsumen di Eropa ini membawa berkah tersendiri bagi para produsen alat elektronik asal Asia. Merek-merek besar seperti Samsung, LG Electronics, Midea, dan Mitsubishi Electric melaporkan adanya lonjakan penjualan yang sangat signifikan di pasar Eropa.

Samsung mengungkapkan bahwa pasar utama mereka di Eropa, termasuk Italia, Spanyol, dan Prancis, mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga dua digit pada paruh pertama tahun ini. Produsen asal Korea Selatan ini memproyeksikan permintaan akan terus berlanjut seiring dengan perkiraan kenaikan suhu yang konsisten.

Langkah antisipasi juga dilakukan oleh LG Electronics. Perusahaan ini telah mengoperasikan lini produksi AC di salah satu fasilitas mereka di Korea Selatan dengan kapasitas penuh sejak April lalu. Hal ini dilakukan demi memenuhi lonjakan permintaan pasar global, khususnya untuk mengantisipasi musim panas di Eropa.

Baca Juga:  Lenovo Luncurkan Laptop dan Tablet Edisi Terbatas FIFA World Cup 2026

Permintaan Tinggi Hingga Stok Habis

Kondisi serupa dialami oleh produsen asal China, Midea. Permintaan yang sangat deras membuat stok unit AC baru menipis, bahkan sempat membuat harga unit bekas melampaui harga unit baru di beberapa tempat. Lonjakan penjualan yang sangat masif terutama terjadi pada produk AC PortaSplit yang habis terjual di berbagai saluran distribusi.

Data internal Midea menunjukkan adanya kenaikan penjualan melalui platform e-commerce di Jerman sebesar 37 persen pada bulan Mei dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengiriman produk pendingin ruangan ke Spanyol dan Prancis melonjak drastis hingga mencapai 108 persen.

Mitsubishi Electric dari Jepang juga tidak ketinggalan merasakan dampak positif ini. Perusahaan melaporkan penjualan alat pendingin ruangan yang sangat kuat di negara-negara yang dilanda gelombang panas parah, seperti Prancis, Spanyol, Inggris, dan Jerman.

Tantangan Instalasi di Bangunan Klasik Eropa

Meskipun minat pembelian sangat tinggi, masyarakat Eropa harus menghadapi tantangan tersendiri dalam memasang AC. Berbeda dengan kawasan Asia yang mayoritas bangunannya sudah dirancang ramah instalasi AC, karakteristik bangunan di Eropa didominasi oleh bangunan tua bersejarah.

Struktur bangunan tua tersebut membuat proses pemasangan AC menjadi jauh lebih rumit, memakan waktu lama, dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Midea menyebutkan bahwa biaya instalasi AC di Eropa bisa mencapai lebih dari USD 1.137 atau sekitar belasan juta rupiah. Tingginya biaya operasional pemasangan ini membuat teknologi pendingin ruangan masih sulit dijangkau oleh sebagian rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.

Berdasarkan data dari International Energy Agency (IEA), tingkat kepemilikan unit pendingin ruangan di benua Eropa saat ini secara keseluruhan masih tergolong rendah, yaitu hanya berkisar di angka 20 persen. Namun, dengan situasi perubahan iklim yang kian ekstrem, angka ini diprediksi akan terus merangkak naik di masa mendatang.

Baca Juga:  Intel Kenalkan Project Firefly, Strategi Baru Bikin Laptop Murah Berkualitas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *