Rakyatinside.com — Lima korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar perairan Pulau Sangeang pada Sabtu (18/7/2026). Penemuan para korban ini terjadi pada hari keempat sejak kapal dilaporkan tenggelam di wilayah perairan tersebut. Kelima korban yang terapung-apung di lautan ini berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal nelayan yang sedang melintas di kawasan tersebut.
Informasi mengenai penyelamatan ini awalnya beredar secara berantai di media sosial dan grup percakapan WhatsApp warga Kepulauan Selayar. Kabar tersebut disertai dengan foto-foto yang menunjukkan kondisi para korban setelah dievakuasi. Berdasarkan pesan yang beredar, kelima korban yang selamat tersebut terdiri dari satu orang laki-laki dewasa, dua orang perempuan dewasa, dan dua orang anak-anak. Adapun data awal identitas korban yang diperoleh meliputi Andi Samad, Sitti Amang, Dita, Asseng, dan seorang anak kecil yang belum teridentifikasi nama lengkapnya.
Konfirmasi dari Tim SAR Gabungan
Kabar gembira mengenai keselamatan para penumpang KM Nurul Salsa ini kemudian dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak berwenang. Tim SAR gabungan membenarkan bahwa kelima orang tersebut telah dievakuasi oleh nelayan setempat dalam keadaan hidup pada Sabtu sore. Penemuan ini membawa secercah harapan baru bagi keluarga korban serta tim penyelamat yang telah melakukan pencarian intensif selama empat hari terakhir sejak musibah tenggelamnya kapal tersebut terjadi.
Proses Evakuasi oleh Nelayan Bulukumba
Proses penyelamatan ini dilakukan oleh kru kapal nelayan KMN Sinar Mattoanging, sebuah kapal penangkap ikan yang berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Saat sedang berlayar di sekitar perairan Pulau Sangeang, kru kapal melihat para korban yang terombang-ambing di laut. Dengan sigap, para nelayan segera melakukan tindakan penyelamatan dan mengangkat kelima korban ke atas kapal mereka untuk diberikan pertolongan pertama berupa makanan, minuman, dan pakaian kering.
Setelah berhasil diselamatkan dari laut, para korban langsung dilarikan ke Pulau Matalang guna mendapatkan penanganan medis dan perawatan awal. Pulau Matalang sendiri merupakan sebuah pulau kecil berpenghuni yang terletak di dalam gugusan Kepulauan Sabalana, Laut Flores. Secara administratif, wilayah ini masuk ke dalam cakupan Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi evakuasi ini didasarkan pada jarak terdekat yang aman untuk memberikan pertolongan darurat medis kepada para korban yang telah berhari-hari bertahan di tengah laut.
Pendataan Identitas Korban
Hingga saat ini, Tim SAR bersama dengan instansi medis setempat dan pihak kepolisian masih melakukan pendataan resmi serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap kelima korban selamat. Langkah identifikasi lebih lanjut terus diupayakan untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis para korban stabil sebelum nantinya dipulangkan ke pihak keluarga masing-masing. Operasi pencarian dan penyelamatan di sekitar lokasi kejadian juga tetap dipantau untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.





