Bobby Sebut Antrean SPBU di Medan karena Pemberhentian Massal Sopir Truk BBM

  • Bagikan
Bobby Sebut Antrean SPBU di Medan karena Pemberhentian Massal Sopir Truk BBM
Bobby Sebut Antrean SPBU di Medan karena Pemberhentian Massal Sopir Truk BBM

Rakyatinside.com — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan klarifikasi resmi terkait fenomena antrean panjang yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan selama dua hari terakhir. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, masalah utama yang memicu kendala ini bukanlah kelangkaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan terhambatnya proses distribusi akibat kekurangan pengemudi truk tangki.

Pemberhentian Massal Sopir Truk BBM

Bobby Nasution menjelaskan bahwa telah terjadi pemberhentian massal terhadap para sopir truk pengangkut BBM. Hal ini menyebabkan operasional armada pengiriman menjadi lumpuh sehingga suplai BBM ke berbagai SPBU tidak dapat berjalan normal seperti biasanya. Akibatnya, kekosongan pasokan terjadi di sejumlah titik strategis, memicu kekhawatiran masyarakat dan antrean panjang di SPBU yang masih memiliki stok.

Kondisi ini terpantau terjadi di beberapa lokasi, seperti di SPBU Jalan Williem Iskandar, SPBU Jalan Lau Dendang, hingga SPBU Simpang Selayang. Para petugas di lapangan mengakui bahwa pasokan BBM jenis Pertalite sempat terhenti, yang kemudian memaksa para pengendara untuk berkeliling mencari lokasi SPBU lain yang masih beroperasi, sehingga penumpukan kendaraan tidak terhindarkan.

Langkah Darurat Melibatkan TNI dan Polri

Menyikapi situasi yang mengganggu aktivitas warga tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengambil langkah konkret. Bobby Nasution menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Pertamina serta melibatkan personel dari unsur TNI dan Polri. Bantuan ini difokuskan pada penyediaan pengemudi sementara untuk mengoperasikan truk-truk tangki BBM tersebut.

Pengerahan personel TNI dan Polri ini akan berlangsung sampai proses perekrutan sopir truk BBM yang baru selesai dilakukan oleh pihak terkait. Bobby memastikan bahwa mulai Selasa malam (14/7/2026), personel dari aparat keamanan sudah disiagakan untuk memastikan distribusi BBM kembali lancar dan terkendali. Pertamina saat ini sedang menghitung jumlah kebutuhan tenaga pengemudi yang diperlukan agar pemerintah dapat memberikan dukungan yang tepat.

Baca Juga:  Harga Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Anjlok Akibat Tersingkirnya Portugal dan Ronaldo

Tuntutan Transparansi bagi Pertamina

Dalam pernyataannya, Bobby Nasution menegaskan agar masalah internal yang terjadi di perusahaan energi tersebut tidak boleh berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara pihak perusahaan dengan publik. Menurut Bobby, Pertamina seharusnya memberikan informasi lebih awal kepada masyarakat mengenai adanya kendala operasional, sehingga masyarakat dapat bersiap dan tidak terjadi kepanikan di lapangan.

Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebelumnya juga telah memberikan keterangan bahwa distribusi dari Fuel Terminal Medan memang mengalami penyesuaian operasional. Hal ini menyebabkan penyaluran dilakukan secara bertahap dan proporsional ke berbagai SPBU. Meski begitu, Bobby tetap menekankan agar ke depannya setiap hambatan distribusi harus dikelola dengan lebih baik dan transparan, sehingga masalah serupa tidak berulang dan merugikan mobilitas warga di Sumatera Utara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *