Ahli BCA Ungkap 2 Skenario Licik Terapis Surabaya Kuras Rp 1,2 Miliar Milik Pelanggannya

  • Bagikan

rakyatinside.com – Kasus pembobolan rekening senilai Rp 1,2 miliar yang menjerat seorang terapis asal Surabaya, Nur Hasannah, kini memasuki babak baru di persidangan. Terdakwa diduga kuat menguras habis saldo tabungan milik pelanggannya sendiri yang bernama Tonny Soegiono. Dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, fakta mengejutkan diungkap oleh saksi ahli dari pihak perbankan mengenai metode yang digunakan terdakwa untuk memindahkan dana fantastis tersebut tanpa terdeteksi melakukan penarikan tunai secara langsung.

Michael Daniel, yang sehari-hari menjabat sebagai Assistant Officer BCA Surabaya, hadir di persidangan sebagai saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum. Di hadapan majelis hakim, Michael membeberkan hasil analisis transaksi keuangan korban. Ia menegaskan bahwa berdasarkan data sistem, tidak ada aktivitas penarikan uang tunai secara fisik yang dilakukan dari rekening milik Tonny. Seluruh aliran dana tersebut dipindahkan secara digital melalui aplikasi mobile banking (m-banking).

Lebih lanjut, Michael menjelaskan ada dua skenario logis yang memungkinkan terdakwa Nur Hasannah bisa dengan bebas mengakses dan menguras rekening korban. Skenario pertama adalah penguasaan fisik secara langsung. Dalam skenario ini, terdakwa diduga sempat menguasai ponsel dan kartu SIM korban untuk menerima SMS berisi kode OTP (One-Time Password) yang digunakan sebagai verifikasi transaksi.

Sementara itu, skenario kedua adalah melalui tindakan manipulasi psikologis atau yang dikenal dalam kejahatan siber sebagai social engineering (rekayasa sosial). Michael menyebutkan, terdakwa kemungkinan memanfaatkan kedekatan atau melakukan hipnotis terselubung sehingga korban secara sukarela menuruti keinginan terdakwa, termasuk memberikan data rahasia. Ia mengingatkan bahwa untuk dapat bertransaksi lewat m-banking, pelaku wajib menguasai nomor ponsel yang terdaftar, mengetahui nomor kartu ATM, serta memasukkan kode keamanan alfanumerik beserta PIN transaksi.

Baca Juga:  Sri Mulyani Komitmen Alokasikan 5 Persen APBN untuk Sektor Kesehatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *