Rakyatinside.com – Pengadilan Spanyol memberikan izin khusus kepada Begona Gomez, istri Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, untuk melakukan perjalanan ke London, Inggris. Izin ini diberikan agar Gomez dapat menghadiri acara wisuda putrinya, meskipun saat ini dirinya tengah berada di bawah penyelidikan ketat terkait kasus dugaan korupsi.
Kronologi Pemberian Izin Perjalanan Begona Gomez
Sebelumnya, hakim Juan Carlos Peinado telah memerintahkan penyitaan paspor Begona Gomez karena adanya kekhawatiran bahwa ia berisiko melarikan diri dari proses hukum. Langkah pencegahan ke luar negeri ini diambil setelah penyelidikan selama dua tahun terhadap aktivitas bisnisnya. Namun, pengadilan di Madrid akhirnya memutuskan untuk mengembalikan paspor Gomez secara sementara khusus untuk perjalanan ke London pada tanggal 8 hingga 10 Juli.
Meskipun demikian, pengadilan menetapkan syarat ketat. Gomez diwajibkan untuk mengembalikan paspornya kembali kepada pihak berwenang paling lambat pada tanggal 13 Juli setelah ia kembali dari London.
Penolakan Izin Perjalanan ke KTT NATO di Turki
Di sisi lain, pengadilan menolak mentah-mentah permohonan Begona Gomez untuk mendampingi suaminya, PM Pedro Sanchez, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang berlangsung di Ankara, Turki.
Pihak pengadilan menjelaskan bahwa Turki tidak termasuk dalam ruang kebebasan, keamanan, dan keadilan Uni Eropa. Di wilayah luar Uni Eropa tersebut, kerja sama kepolisian dan peradilan dalam masalah pidana tidak berjalan semudah di dalam anggota Uni Eropa. Selain itu, kehadiran Gomez di KTT NATO dinilai hanya sebatas undangan kesopanan institusional internasional tanpa adanya peran aktif dalam agenda resmi pertemuan tersebut.
Detail Kasus Korupsi yang Menjerat Istri PM Spanyol
Kasus hukum yang menjerat Begona Gomez ini bermula dari penyelidikan mendalam selama dua tahun terakhir. Hakim Peinado telah memerintahkan agar Gomez diadili atas sejumlah dakwaan berat, meliputi:
- Dugaan suap dan penggelapan dana publik.
- Korupsi dalam urusan bisnis pribadi.
- Penyalahgunaan pengaruh dan koneksi pribadi demi keuntungan bisnis.
Penyelidikan ini berfokus pada pembentukan serta pengelolaan sebuah kursi akademik di Universitas Complutense Madrid yang dipimpin bersama oleh Gomez. Ia dituduh menggunakan sumber daya publik dan koneksi politiknya untuk memajukan kepentingan bisnis pribadinya.
Tanggapan PM Pedro Sanchez
Kasus ini menjadi pukulan politik bagi pemerintahan sayap kiri Spanyol yang dipimpin oleh PM Pedro Sanchez. Kendati demikian, Sanchez terus membela istrinya secara terbuka. Ia menegaskan bahwa istrinya tidak bersalah dan menuduh penyelidikan ini sebagai bagian dari kampanye fitnah yang dilancarkan oleh kelompok sayap kanan untuk menjatuhkan pemerintahan minoritasnya.





