Rakyatinside.com — Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, berhasil melangkah ke babak final turnamen bulutangkis Japan Open 2026. Tiket ke partai puncak tersebut dipastikan setelah mereka menaklukkan wakil tuan rumah, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, melalui pertarungan sengit tiga gim di Gimnasium Metropolitan, Tokyo, pada Jumat (17/7/2026).
Pertandingan semifinal ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal laga. Fajar/Fikri yang berstatus sebagai unggulan kedua turnamen harus bekerja ekstra keras untuk meredam perlawanan Hoki/Kobayashi selaku unggulan kedelapan di hadapan publik pendukung lawan mereka.
Sengit Sejak Awal di Gim Pertama
Gim pertama dibuka dengan aksi saling kejar poin yang sangat ketat. Kedua pasangan menunjukkan pertahanan yang solid hingga kedudukan imbang terjadi pada skor 4-4. Pasangan tuan rumah sempat mengambil alih kendali permainan dan memperlebar jarak keunggulan menjadi 6-4.
Namun, Fajar/Fikri tidak tinggal diam. Mereka berhasil menemukan momentum kebangkitan dan menyamakan kedudukan menjadi 8-8. Lewat variasi serangan yang taktis, ganda putra andalan Indonesia ini akhirnya mampu memimpin tipis 11-10 saat interval gim pertama.
Selepas jeda, pertandingan kembali memanas ketika Hoki/Kobayashi berhasil menyamakan skor menjadi 12-12. Beruntung, Fajar/Fikri langsung merespons dengan cepat. Mereka mendulang angka beruntun untuk memimpin 14-12. Upaya keras terus ditunjukkan oleh ganda Indonesia, termasuk memenangi reli panjang yang melelahkan untuk mempertahankan keunggulan 16-14. Momentum positif ini terus dijaga hingga akhirnya Fajar/Fikri meraih lima poin beruntun untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14.
Hoki/Kobayashi Bangkit di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri sebenarnya mengawali laga dengan sangat baik. Mereka langsung memimpin 6-3 atas pasangan Jepang. Namun, Hoki/Kobayashi yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri perlahan bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 6-6.
Permainan cepat yang diperagakan wakil Jepang membuat Fajar/Fikri kesulitan mengembangkan permainan. Hoki/Kobayashi berbalik memimpin 9-7 dan sukses menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-9 bagi pasangan tuan rumah.
Setelah interval, dominasi pasangan tuan rumah terus berlanjut hingga mereka memimpin cukup nyaman pada kedudukan 17-14. Fajar/Fikri sempat mencoba bangkit dan mengejar ketertinggalan di poin-poin krusial. Kendati demikian, Hoki/Kobayashi berhasil menjaga fokus mereka dan mengamankan gim kedua dengan kemenangan tipis 21-19, memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentu.
Drama Menegangkan di Gim Penentu
Gim ketiga menjadi ajang pembuktian mental juara bagi kedua pasangan. Fajar/Fikri sempat memulai gim penentuan ini dengan meyakinkan setelah memimpin 5-2. Akan tetapi, Hoki/Kobayashi kembali menunjukkan kegigihan mereka dengan menyamakan skor menjadi 5-5.
Pertarungan taktis kembali tersaji di lapangan. Fajar/Fikri berhasil kembali unggul dua angka dan menjaga konsistensi permainan mereka hingga memimpin 11-9 saat interval gim ketiga.
Ketegangan meningkat selepas perpindahan lapangan. Fajar/Fikri sempat kehilangan fokus yang membuat posisi mereka berbalik tertinggal 14-15. Dalam situasi tertekan tersebut, ganda Indonesia ini merespons dengan sangat baik untuk kembali memimpin 17-15.
Laga mencapai klimaksnya di poin-poin kritis. Hoki/Kobayashi menyamakan kedudukan menjadi 18-18 setelah smes keras dari Fajar melebar keluar lapangan. Dalam situasi krusial ini, Fajar/Fikri tampil lebih tenang dan berhasil merebut tiga poin beruntun untuk menyegel kemenangan 21-18 di gim ketiga.
Tantangan Berat Menanti di Partai Final
Keberhasilan melewati adangan wakil tuan rumah ini membawa Fajar/Fikri melangkah ke babak final Japan Open 2026. Di partai puncak nanti, tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti pasangan ganda putra Indonesia ini.
Fajar/Fikri dijadwalkan akan menantang unggulan utama turnamen asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Pertandingan final tersebut diprediksi akan menyajikan duel kelas dunia, mengingat kedua pasangan memiliki rekam jejak rivalitas yang ketat di panggung bulutangkis internasional.





