Milisi Houthi Rebut Kota Pelabuhan Mokha Yaman Picu Kekhawatiran Perang Saudara

  • Bagikan
Kondisi kerusakan dan mobil terbakar setelah milisi Houthi merebut kota pelabuhan Mokha di Yaman
Kondisi kerusakan dan mobil terbakar setelah milisi Houthi merebut kota pelabuhan Mokha di Yaman

Rakyatinside.com — Milisi Houthi telah merebut kota pelabuhan strategis Mokha di Yaman sejak hari Sabtu lalu. Langkah ini langsung memicu kekhawatiran mendalam di tingkat internasional bahwa Yaman dapat kembali terjerumus ke dalam perang saudara yang berkepanjangan antara kelompok pemberontak dan pemerintah resmi yang diakui secara internasional.

Ketegangan bersenjata di wilayah pelabuhan ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang masih sangat panas antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, konflik ini juga diwarnai oleh riwayat kekerasan yang terus berlangsung antara kelompok milisi Houthi dengan pihak Arab Saudi di kawasan tersebut.

Dampak Terhadap Jalur Energi Global dan Selat Bab el-Mandeb

Pelabuhan Mokha memiliki posisi geografis yang sangat krusial karena terletak di dekat Laut Merah. Jalur perairan ini merupakan rute alternatif utama bagi pasokan energi dunia, terutama ketika terjadi penutupan atau gangguan di Selat Hormuz. Gangguan keamanan di kawasan pelabuhan ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pasokan dan memicu kenaikan harga minyak dunia secara signifikan.

Secara administratif dan geografis, kota Mokha berjarak sekitar 80 kilometer dari Selat Bab el-Mandeb. Selat ini dikenal luas sebagai salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia yang menghubungkan Laut Merah secara langsung dengan Teluk Aden. Akibat pertempuran terbaru ini, kerusakan fisik tampak nyata di berbagai sudut kota, termasuk adanya kendaraan yang dibakar di tengah gurun.

Jaminan Kebebasan Navigasi dari Pihak Houthi

Meskipun eskalasi ketegangan di sekitar pelabuhan terus meningkat, pihak Houthi memberikan pernyataan resmi terkait keselamatan jalur pelayaran. Juru bicara milisi Houthi, Abdulsalam, menegaskan bahwa kebebasan navigasi serta aktivitas perdagangan internasional di wilayah Laut Merah dan selat tersebut akan tetap dijamin aman.

Baca Juga:  Konflik Yaman Kian Memanas, Lebih dari 100.000 Warga Terpaksa Mengungsi

Menurut penjelasan pihak Houthi, operasi militer yang mereka lancarkan hanya ditujukan kepada target-target tertentu saja. Kendati demikian, juru bicara tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai apa saja target spesifik yang dimaksud dalam operasi perebutan kota pelabuhan tersebut.

Sebagai catatan, kelompok Houthi sebelumnya memang pernah melakukan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal internasional yang melintasi kawasan Laut Merah. Pihak Houthi menyatakan bahwa tindakan penyerangan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan mereka terhadap warga Palestina yang berada di Jalur Gaza.

Eskalasi Konflik Setelah Masa Tenang

Pertempuran antara milisi Houthi dengan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dilaporkan terus menghebat dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan intensitas konflik bersenjata ini terjadi setelah kawasan tersebut sempat menikmati masa tenang yang relatif stabil selama kurang lebih empat tahun terakhir.

Eskalasi baru ini muncul seiring dengan langkah taktis kelompok Houthi yang terus meningkatkan upaya militer mereka guna memperkuat dan memperluas kendali atas wilayah pesisir strategis di negara Yaman. Perebutan kota pelabuhan Mokha menjadi salah satu bukti nyata dari ambisi tersebut, yang kini mengancam stabilitas keamanan regional maupun global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *