Kabar Duka Jelang Perempat Final, Legenda Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia

  • Bagikan
Foto kenangan legenda sepak bola Argentina Antonio Rattin semasa hidup
Foto kenangan legenda sepak bola Argentina Antonio Rattin semasa hidup

Rakyatinside.com – Kabar duka menyelimuti Timnas Argentina menjelang pertandingan krusial babak perempat final Piala Dunia 2026 melawan Swiss. Salah satu legenda terbesar skuad Albiceleste, Antonio Rattin, dilaporkan meninggal dunia pada usia 89 tahun akibat menderita penyakit stroke.

Berita duka wafatnya sang legenda pertama kali dibagikan oleh mantan klub yang membesarkan namanya, Boca Juniors. Melalui pernyataan resmi di media sosial, klub raksasa Argentina tersebut mengungkapkan kesedihan mendalam atas berpulangnya sosok yang sangat dihormati tersebut.

“Con mucho pesar, lamentamos el fallecimiento de Antonio Ubaldo Rattín, ídolo y emblema de nuestra Institución. Acompañamos a su familia y seres queridos en este difícil momento. Hasta siempre, Rata,” tulis pihak Boca Juniors dalam unggahan mereka.

Jika diterjemahkan, pihak klub menyatakan: “Dengan duka yang mendalam, kami berduka atas meninggalnya Antonio Ubaldo Rattin, seorang idola dan simbol klub kami. Kami turut berduka bersama keluarga dan orang-orang tercintanya di masa sulit ini. Selamat jalan, Rata.” Panggilan Rata sendiri merupakan julukan akrab sang legenda selama berkarier di dunia sepak bola.

Rekam Jejak Legendaris Bersama Albiceleste

Antonio Rattin merupakan sosok yang sangat dihormati dalam sejarah sepak bola Argentina. Ia aktif membela Timnas Argentina sejak tahun 1959 hingga 1969. Selama satu dekade masa baktinya, ia tercatat telah mengemas total 34 penampilan atau caps bersama tim nasional negaranya. Di level klub, ia mendedikasikan seluruh kariernya untuk Boca Juniors hingga pensiun pada tahun 1970, serta sukses menyumbangkan lima gelar bergengsi untuk klub tersebut.

Namun, nama Rattin paling membekas dalam ingatan publik dunia berkat aksi fenomenal sekaligus kontroversialnya pada ajang Piala Dunia 1966 yang berlangsung di Inggris. Kejadian bersejarah tersebut terjadi saat Argentina berhadapan dengan tuan rumah Inggris di babak perempat final yang digelar di Stadion Wembley.

Baca Juga:  Semifinal Piala Dunia 2026 Cetak Sejarah Diisi Empat Besar Ranking FIFA

Kronologi Aksi Protes Bersejarah di Wembley

Dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut, Antonio Rattin yang bertindak sebagai kapten tim mendapatkan kartu merah dari wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein. Merasa keputusan sang pengadil lapangan sangat memihak tuan rumah Inggris, Rattin melakukan aksi protes keras dengan menolak meninggalkan area lapangan pertandingan.

Setelah sempat bersikeras tidak mau keluar, Rattin akhirnya bersedia berjalan ke pinggir lapangan. Namun, aksi protesnya tidak berhenti di situ. Ia justru berjalan menuju karpet merah khusus yang digelar di stadion yang sebenarnya diperuntukkan bagi jalur berjalan Ratu Elizabeth II. Rattin kemudian duduk santai di atas karpet mewah tersebut selama beberapa menit sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang ia rasakan.

Ketegangan semakin memuncak saat pihak kepolisian setempat akhirnya turun tangan untuk menggelandang Rattin keluar dari area stadion. Sebelum benar-benar meninggalkan lapangan, Rattin melakukan tindakan provokatif terakhir dengan meremas bendera sudut lapangan yang bermotif bendera Inggris.

Dampak Besar Terhadap Regulasi Sepak Bola Dunia

Bertahun-tahun setelah pensiun, Rattin sempat mengenang kembali momen ikonik di Wembley tersebut dengan penuh kebanggaan atas sikap beraninya membela harga diri tim nasionalnya.

“Ketika saya sampai di sudut lapangan, saya meremas bendera Inggris dan menghina mereka. Kemudian saya berjalan ke karpet yang digunakan Ratu untuk masuk ke stadion dan duduk di sana selama sekitar lima menit. Itu adalah karpet merah yang sangat bagus,” ungkap Rattin yang memutuskan gantung sepatu pada tahun 1970.

Meskipun kontroversial, aksi protes keras Antonio Rattin di Piala Dunia 1966 justru memicu revolusi besar dalam sejarah regulasi sepak bola dunia. Insiden tersebut menyadarkan otoritas sepak bola tentang perlunya komunikasi visual yang jelas antara wasit dan pemain tanpa kendala bahasa. Akibatnya, sistem kartu kuning dan kartu merah resmi diperkenalkan dan diterapkan untuk pertama kalinya pada Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Baca Juga:  Kalahkan Wakil Tuan Rumah, Fajar/Fikri Lolos ke Final Japan Open 2026

Fokus Argentina Menjelang Laga Kontra Swiss

Kini, berita kepergian sang legenda pembawa perubahan tersebut datang tepat sebelum Lionel Messi dan kawan-kawan berjuang di babak perempat final Piala Dunia 2026. Skuad Argentina dijadwalkan akan bertanding melawan Swiss di Kansas City untuk memperebutkan tiket menuju babak semifinal.

Kepergian Antonio Rattin tentu menjadi duka mendalam bagi seluruh elemen tim. Namun, semangat juang dan warisan sejarah yang ditinggalkan sang legenda diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan bagi Timnas Argentina untuk meraih hasil maksimal dalam laga krusial menghadapi Swiss nanti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *