Rakyatinside.com – Publik sepak bola Norwegia dikejutkan oleh keputusan kontroversial wasit yang menganulir gol Torbjørn Heggem dalam laga perempat final Piala Dunia melawan Inggris. Pertandingan sengit yang berlangsung di Miami ini berakhir dengan kekalahan tragis Norwegia 2-1 setelah melalui babak perpanjangan waktu.
Kronologi Gol Torbjørn Heggem yang Dianulir
Norwegia sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh Andreas Schjelderup. Namun, Inggris berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Drama sesungguhnya terjadi pada sepuluh menit memasuki babak kedua. Dalam situasi skor imbang, Norwegia mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas. Torbjørn Heggem berhasil menyundul bola di tiang jauh dan menggetarkan jala gawang Inggris, yang sempat membuat kubu Norwegia merayakan keunggulan kedua mereka.
Sayangnya, kegembiraan tersebut tidak bertahan lama. Wasit asal Prancis, Clément Turpin, dipanggil oleh petugas Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau ulang proses terjadinya gol di layar monitor tepi lapangan. Setelah melakukan peninjauan, Turpin memutuskan bahwa penyerang andalan Norwegia, Erling Braut Haaland, telah melakukan dorongan terhadap pemain Inggris, Elliot Anderson, sesaat sebelum gol Heggem tercipta. Wasit Turpin membatalkan gol tersebut, dan skor tetap bertahan 1-1.
Kekalahan Norwegia di Babak Perpanjangan Waktu
Pembatalan gol ini mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Norwegia gagal mempertahankan momentum untuk unggul kembali. Di babak perpanjangan waktu, Inggris akhirnya memastikan kemenangan menjadi 2-1 melalui gol penentu yang dicetak oleh Jude Bellingham. Gol tersebut lahir setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi dari penjaga gawang Norwegia, Ørjan Nyland. Kekalahan ini sekaligus menghentikan langkah bersejarah Norwegia di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Kekecewaan Mendalam Pemain dan Kapten Tim
Keputusan Clément Turpin langsung menuai protes keras dari kubu Norwegia. Andreas Schjelderup, yang mencetak gol pembuka bagi Norwegia, mengecam keras standar penilaian yang diterapkan oleh wasit dalam pertandingan krusial tersebut.
“Jika tindakan Haaland dianggap sebagai tendangan bebas dan standar penilaian wasit begitu rendah, maka seharusnya ada banyak penalti yang diberikan ke arah sebaliknya sepanjang laga,” keluh Schjelderup setelah pertandingan berakhir. Ia menambahkan bahwa sangat tidak masuk akal keputusan seperti itu diambil dalam laga sepenting perempat final Piala Dunia, yang membuat timnya merasa diperlakukan sangat tidak adil.
Kapten tim nasional Norwegia, Martin Ødegaard, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. Menurut pemain tengah tersebut, Norwegia sama sekali tidak mendapatkan bantuan atau keberuntungan dari keputusan-keputusan yang diambil di lapangan. Meski demikian, Ødegaard tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya yang telah mencetak sejarah baru bagi sepak bola Norwegia.
“Kami tidak mendapatkan banyak bantuan dari wasit dalam pengambilan keputusan. Beberapa keputusan tidak menguntungkan kami ditambah sedikit nasib buruk, sehingga pada akhirnya hasil ini tidak cukup. Namun, apa yang kami alami di turnamen ini benar-benar luar biasa seperti sebuah petualangan. Kami boleh bangga pada diri kami sendiri,” ujar Ødegaard. Perlu dicatat bahwa pencapaian hingga babak perempat final ini merupakan sejarah baru bagi Norwegia, setelah terakhir kali mereka berpartisipasi di Piala Dunia pada tahun 1998 silam.
Kritik Pedas dari Analis Sepak Bola Norwegia
Kritik tidak hanya datang dari ruang ganti pemain. Media dan analis sepak bola di Norwegia juga sepakat bahwa Erling Haaland tidak melakukan pelanggaran berat yang layak membatalkan gol krusial tersebut. Kristoffer Løkberg, seorang analis dari stasiun televisi pemerintah Norwegia, NRK, menyebut keputusan wasit tersebut sangat memalukan dan merugikan tim nasional mereka.
Menurut Løkberg, insiden tersebut lebih condong pada aksi pura-pura jatuh atau diving yang dilakukan oleh pemain Inggris, Elliot Anderson, daripada sebuah pelanggaran nyata oleh Haaland. Ia menilai Anderson sengaja menjatuhkan diri ke belakang tanpa alasan yang kuat untuk memancing keputusan wasit.
Senada dengan Løkberg, analis sepak bola lainnya, Simen Stamsø-Møller, juga memberikan pandangan serupa. Ia mengakui adanya kontak fisik berupa dorongan dari Haaland, namun menegaskan bahwa kontak fisik seperti itu adalah hal yang sangat wajar dan terjadi di seluruh area lapangan selama pertandingan sepak bola berlangsung. Stamsø-Møller mengkritik keputusan wasit yang dengan mudah meniup peluit hanya karena ada pemain yang menjatuhkan diri, dan mendesak agar keputusan kontroversial semacam itu tidak lagi merusak jalannya pertandingan penting.





