Tim SAR Temukan Sejumlah Barang Milik Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

  • Bagikan
Petugas tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda untuk mencari jurnalis yang hilang.
Petugas tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda untuk mencari jurnalis yang hilang.

Rakyatinside.com — Proses pencarian lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari kelima operasi pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa benda yang diduga milik korban di sekitar lokasi hilangnya kapal saat melakukan liputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut terjadi di sektor lima titik pencarian. Barang-barang yang ditemukan berupa jeriken minyak berwarna biru, helm berwarna merah, serta dua buah pelampung atau life jacket berwarna oranye dan merah. Seluruh temuan tersebut kini telah diamankan untuk keperluan identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Detail Area dan Strategi Pencarian

Pencarian pada hari kelima ini difokuskan pada penyisiran area selatan Gunung Anak Krakatau hingga ke perairan Ujung Kulon. Area tersebut mencakup wilayah seluas 380 nautical mile persegi. Secara keseluruhan, tim SAR telah membagi wilayah laut menjadi enam sektor utama, yaitu sektor T, U, Z, W, X, dan Y, dengan total cakupan luas area mencapai 2.537 nautical mile persegi.

Tidak hanya menyisir melalui jalur laut, upaya pencarian juga dilakukan melalui jalur udara di sektor H dengan jangkauan area sekitar 2.063 nautical mile persegi. Operasi ini melibatkan berbagai instansi gabungan, termasuk dari Angkatan Laut, Dirpolair, serta tim dari Kantor SAR Banten, Jakarta, Lampung, dan Bengkulu yang bekerja secara terkoordinasi.

Kendala Cuaca dan Visibilitas di Lapangan

Meskipun upaya maksimal telah dikerahkan oleh berbagai unsur, tim SAR gabungan melaporkan bahwa hingga saat ini keberadaan kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut masih belum ditemukan. Kondisi cuaca di lapangan menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh petugas pencari di lokasi.

Baca Juga:  Mendunia! Media Malaysia dan China Soroti Pengibaran Bendera One Piece di Indonesia

Al Amrad menjelaskan bahwa kabut tebal yang menyelimuti perairan menjadi kendala besar karena sangat mengganggu jarak pandang atau visibility tim di lapangan. Hal ini menyulitkan proses pemantauan dari atas kapal maupun udara dalam upaya menyisir setiap sudut area pencarian. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencarian dengan harapan dapat segera menemukan titik terang mengenai nasib para korban yang hilang sejak beberapa hari lalu saat menjalankan tugas jurnalistik di kawasan rawan bencana tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *