Sah! KAI dan INKA Resmi Merger Tahun Ini, Langkah Strategis Akhiri Ketergantungan Impor Kereta

  • Bagikan

rakyatinside.com – Proses integrasi dua raksasa transportasi rel Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, dipastikan akan rampung pada tahun ini. Keputusan konsolidasi ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi langsung oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga baru bentukan pemerintah tersebut memang ditugaskan untuk melakukan efisiensi, perampingan, serta optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih kompetitif di kancah nasional maupun global.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa seluruh proses penggabungan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2026. Pasca-merger, skema korporasi baru akan terbentuk di mana KAI akan bertindak sebagai perusahaan induk (holding), sementara INKA akan melebur di bawahnya sebagai anak usaha atau sub-holding yang fokus pada bidang manufaktur. Restrukturisasi ini diharapkan dapat memangkas birokrasi koordinasi yang selama ini kerap menghambat sinergi operasional kedua belah pihak.

Rencana penggabungan ini juga mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari parlemen. Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mengungkapkan bahwa kesepakatan resmi berupa penandatanganan berkas akuisisi INKA oleh KAI dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang. Rizal menilai langkah ini sebagai momentum krusial untuk memperbaiki ekosistem perkeretaapian nasional yang selama ini masih dinilai kurang sinkron dalam hal pengadaan armada.

Salah satu fokus utama dari merger ini adalah menekan angka impor sarana perkeretaapian. Selama ini, KAI masih banyak mendatangkan kereta maupun sarana pendukung lainnya dari negara luar seperti Jepang dan China. Dengan adanya integrasi ini, kapasitas produksi INKA diharapkan bisa dimaksimalkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan operasional domestik KAI. Langkah ini dinilai tidak hanya menghemat devisa negara, tetapi juga akan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam industri manufaktur berat Indonesia.

Baca Juga:  Gantikan Dadan Hindayana, Eks Wartawan Nanik S Deyang Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional: Ini Rekam Jejaknya!

Lebih lanjut, pihak legislatif juga menyarankan agar KAI melakukan penataan ulang terhadap portofolio investasinya. Proyek-proyek investasi KAI yang dinilai belum mendesak disarankan untuk ditunda dan dialihkan guna memperkuat modal kerja serta pembaruan teknologi manufaktur di INKA. Sinergi finansial ini diharapkan dapat menyelesaikan kendala permodalan yang kerap dihadapi INKA, sehingga ke depan, Indonesia mampu mandiri dalam memproduksi transportasi massal di atas relnya sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *