Satgas Damai Cartenz Duga KKB Egianus Kogoya Dalang Penembakan di Lembah Baliem

  • Bagikan
Aparat keamanan memeriksa barang bukti penembakan di kawasan Festival Budaya Lembah Baliem Jayawijaya
Aparat keamanan memeriksa barang bukti penembakan di kawasan Festival Budaya Lembah Baliem Jayawijaya

Rakyatinside.com — Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya menjadi dalang aksi penembakan terhadap dua warga sipil di kawasan pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Insiden penembakan yang menimpa masyarakat tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) dan memicu respons cepat dari aparat keamanan gabungan di lokasi perhelatan budaya tahunan tersebut.

Dugaan mengenai keterlibatan kelompok bersenjata tersebut disampaikan langsung oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, berdasarkan hasil rangkaian pendalaman awal, pengumpulan bahan keterangan, serta pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Identifikasi Awal Terduga Pelaku di Lapangan

Berdasarkan pengumpulan informasi dan analisis intelijen di lapangan, aparat kepolisian telah memetakan indikasi pelaku penyerangan. Kombes Pol. Yusuf Sutejo menerangkan bahwa penyidik telah mengidentifikasi dua orang terduga pelaku yang berinisial EG dan PN. Keduanya diduga kuat memiliki keterkaitan langsung serta menjadi bagian dari jaringan kelompok KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.

Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses investigasi masih terus berjalan secara intensif guna mengumpulkan alat bukti yang kuat. Penyidik terus mendalami peran konkret dari masing-masing terduga pelaku sebelum menetapkan status hukum secara resmi, guna memastikan proses penegakan hukum berjalan akurat sesuai fakta material yang terhimpun di lokasi.

Kronologi Penembakan dan Penanganan Korban

Peristiwa penembakan tersebut melukai dua orang warga sipil, masing-masing berinisial LMO (43) dan S (50). Saat kejadian berlangsung, kedua korban sedang berada di dalam sebuah mobil dengan tujuan mengantarkan pesanan makanan ke area pelaksanaan festival budaya. Tanpa diduga, tembakan mendadak dilepaskan dari arah samping kendaraan yang mereka tumpangi hingga menembus bodi mobil dan mengenai kedua korban.

Baca Juga:  Perang Baru Kian Dekat ke Asia, Jalur Strategis Pasifik Terancam

Merespons letusan senjata api tersebut, para korban bersama sejumlah saksi di sekitar lokasi langsung berupaya mencari perlindungan untuk menyelamatkan diri. Aparat gabungan TNI-Polri yang tengah bertugas mengamankan agenda festival bergerak cepat menuju titik insiden guna menetralisir area serta memberikan pertolongan pertama kepada korban. Kedua korban kemudian segera dievakuasi menuju RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kondisi terakhir kedua korban dilaporkan dalam keadaan sadar dan masih menjalani proses perawatan medis oleh tim dokter setempat.

Langkah Evakuasi dan Pengamanan Wisatawan

Guna mencegah timbulnya korban tambahan serta mengantisipasi potensi bahaya bagi masyarakat luas, aparat keamanan segera menerapkan protokol pengamanan ketat. Personel TNI-Polri dengan sigap mengarahkan para pengunjung lokal dan seluruh peserta festival menjauh dari zona rawan menuju titik kumpul yang telah dinyatakan steril dan aman.

Selain warga lokal, proses evakuasi juga diprioritaskan bagi para wisatawan mancanegara atau warga negara asing (WNA) yang hadir menyaksikan atraksi budaya di Lembah Baliem. Seluruh pengunjung dan turis asing tersebut dipindahkan dan diamankan ke Kantor Bupati Jayawijaya untuk menjamin keselamatan mereka selama situasi di sekitar lokasi festival ditangani oleh aparat.

Temuan Barang Bukti di Tempat Kejadian Perkara

Penyelidikan mendalam langsung dilakukan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim identifikasi kepolisian. Dari hasil penyisiran terhadap kendaraan milik korban, petugas menemukan tiga titik bekas tembakan peluru serta serpihan proyektil yang tertinggal di bagian badan mobil.

Di samping kerusakan pada kendaraan, aparat keamanan turut menyita sejumlah barang bukti penting dari sekitar lokasi kejadian, antara lain:

  • Delapan butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm.
  • Satu buah proyektil senjata pelontar granat (GLM).
  • Satu lembar jaket yang diduga milik atau terkait dengan pihak pelaku di sekitar area penembakan.
Baca Juga:  Nasabah Bank di Bekasi Dirampok Usai Tarik Uang Puluhan Juta Rupiah

Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyatakan bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan telah didata secara terperinci, didokumentasikan, dan diamankan di bawah pengawasan penyidik untuk mendukung proses uji balistik dan pemeriksaan lanjutan demi mengungkap tuntas peristiwa penyerangan bersenjata tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *