Mengintip Pertumbuhan Ekonomi Cabo Verde yang Ditopang Sektor Pariwisata

  • Bagikan
Pemandangan lanskap pariwisata di Cabo Verde yang menopang pertumbuhan ekonomi negara
Pemandangan lanskap pariwisata di Cabo Verde yang menopang pertumbuhan ekonomi negara

Rakyatinside.com – Tim nasional sepak bola Cabo Verde atau Tanjung Verde baru saja menyelesaikan perjuangan mereka di ajang bergengsi Piala Dunia 2026. Meskipun harus tersingkir setelah kalah tipis 3-2 dari tim kuat Argentina dalam laga babak 32 besar di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat pada Sabtu pagi WIB (4/7/2026), performa luar biasa mereka sempat membuat Lionel Messi dan kawan-kawan kewalahan di lapangan. Di balik ketangguhan para pemainnya di lapangan hijau, negara kepulauan di Afrika Barat ini ternyata juga memiliki performa ekonomi yang sangat menarik dan prospek yang signifikan untuk dipelajari.

Profil Ekonomi Cabo Verde yang Ditopang Sektor Pariwisata

Negara Cabo Verde, yang secara resmi dikenal sebagai Republik Cabo Verde, mencatatkan perkembangan ekonomi yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Sektor pariwisata menjadi motor penggerak utama yang menopang pertumbuhan ekonomi di negara ini. Berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank), pertumbuhan ekonomi Cabo Verde sempat melonjak hingga mencapai angka 7,2 persen pada tahun 2024.

Keberhasilan pertumbuhan ekonomi ini tidak lepas dari pulih dan pesatnya sektor pariwisata pascapandemi. Pada tahun 2024, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Cabo Verde mencapai sekitar 1,18 juta orang. Angka kunjungan turis ini mencerminkan pertumbuhan yang sangat masif, yaitu sebesar 16,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Kontribusi Sektor Jasa dan Konsumsi Swasta

Selain sektor pariwisata secara langsung, perekonomian negara ini juga sangat terbantu oleh kinerja ekspor jasa. Sektor ekspor jasa mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 16,2 persen secara tahunan pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa Cabo Verde berhasil melakukan diversifikasi layanan jasa yang diminati oleh pasar internasional.

Baca Juga:  Transmart Full Day Sale Hadirkan Diskon AC Sharp Satu PK Hingga Jutaan Rupiah

Di sisi domestik, aktivitas ekonomi masyarakat juga berjalan sangat bergairah. Hal ini tercermin dari tingkat konsumsi swasta yang tumbuh kuat sebesar 7,3 persen secara tahunan. Tingginya konsumsi domestik ini memberikan bantalan yang kokoh bagi perekonomian nasional dari berbagai gejolak eksternal yang mungkin terjadi.

Penurunan Angka Kemiskinan dan Pengendalian Inflasi

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Cabo Verde terbukti memberikan dampak positif langsung terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Negara ini berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 14,4 persen pada tahun 2024. Keberhasilan ini didorong oleh ekspansi yang kuat di sektor jasa, pemulihan sektor pertanian yang sempat terdampak cuaca, serta keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Laju inflasi di Cabo Verde mengalami penurunan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2024. Inflasi rata-rata tercatat melambat menjadi hanya 1 persen, turun tajam dari angka 3,7 persen pada tahun 2023. Penurunan inflasi ini terutama dipicu oleh penurunan harga komoditas energi dan pangan di pasar global, yang berdampak langsung pada stabilitas harga-harga kebutuhan pokok di dalam negeri.

Tata Kelola Keuangan Negara dan Pengurangan Utang

Dari sisi fiskal, Cabo Verde mencatatkan pelebaran defisit anggaran menjadi 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024. Pelebaran defisit ini terjadi karena adanya alokasi investasi publik yang cukup tinggi, pengeluaran yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan lokal, serta perluasan berbagai program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.

Meskipun defisit melebar, pendapatan negara tetap terjaga stabil pada level 24,7 persen dari PDB. Stabilitas pendapatan ini didorong oleh realisasi penerimaan pajak yang melampaui target awal pemerintah. Berkat pengelolaan fiskal yang disiplin ini, pemerintah Cabo Verde berhasil menurunkan rasio utang pemerintah pusat sebesar 6,0 poin persentase menjadi 110,2 persen dari PDB.

Baca Juga:  Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Markup Pengadaan Triliunan Rupiah

Klasifikasi Bank Dunia dan Dinamika Penduduk

Prestasi ekonomi yang konsisten membawa Cabo Verde masuk dalam kategori yang lebih tinggi dalam klasifikasi global. Berdasarkan penilaian terbaru dari Bank Dunia untuk periode 1 Juli 2025 hingga Juni 2026, Cabo Verde kini resmi dikelompokkan ke dalam jajaran negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle-income countries).

Di sisi lain, terdapat dinamika demografi yang unik di negara ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan revisi terhadap jumlah populasi Cabo Verde, dengan mencatatkan penurunan sebesar 12,8 persen dibandingkan dengan data tahun 2023. Penurunan jumlah penduduk secara administratif ini secara otomatis membuat perhitungan pendapatan per kapita negara tersebut melonjak hingga 16,8 persen.

Proyeksi Masa Depan dan Tantangan Risiko Fiskal

Bank Dunia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Cabo Verde akan tetap positif dengan target mencapai 5,9 persen pada tahun 2025. Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan stabil di kisaran 5 persen. Pertumbuhan jangka menengah ini akan sangat bergantung pada peningkatan efisiensi di sektor publik serta keberhasilan reformasi struktural untuk menarik lebih banyak investasi swasta guna memperbaiki iklim usaha domestik.

Namun, tantangan fiskal masih membayangi anggaran negara. Pada tahun 2025, peningkatan investasi pemerintah dan pelaksanaan reformasi belanja pegawai diperkirakan akan memperlebar defisit fiskal menjadi 1,5 persen dari PDB. Meski demikian, kondisi keuangan negara diproyeksikan membaik pada tahun-tahun berikutnya, dengan defisit yang diperkirakan menyusut hingga 0,6 persen dari PDB pada tahun 2027 seiring dengan peningkatan pajak, restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pengendalian belanja.

Pemerintah Cabo Verde juga harus tetap waspada terhadap berbagai risiko eksternal yang dapat mengganggu momentum pertumbuhan ini. Beberapa risiko utama meliputi potensi kenaikan harga komoditas akibat ketegangan geopolitik dunia, tekanan inflasi global, kemungkinan melemahnya sektor pariwisata internasional, serta lambatnya proses reformasi BUMN di dalam negeri. Selain itu, sebagai negara kepulauan, kerentanan yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim global tetap menjadi tantangan struktural yang paling krusial bagi perekonomian Cabo Verde ke depan.

Baca Juga:  Menteri Keuangan Purbaya Menunda Pemungutan Pajak Marketplace Karena Ekonomi Belum Kuat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *