Harga Emas dan Logam Melambung Seiring Meredanya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

  • Bagikan
Pergerakan harga komoditas emas dan logam industri di pasar global
Pergerakan harga komoditas emas dan logam industri di pasar global

Rakyatinside.com — Harga logam internasional secara kompak mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang beriringan dengan munculnya tanda-tanda kemajuan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong harga tembaga dan timah mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high), sementara harga nikel justru tertekan akibat munculnya isu penambahan kuota produksi bijih di Indonesia.

Lonjakan Harga Emas dan Penyesuaian Ekspektasi Suku Bunga

Harga emas di pasar spot mencatatkan lonjakan sekitar +5% hanya dalam kurun waktu dua hari perdagangan. Pergerakan ini membawa harga emas naik dari posisi US$4.077 per ons pada penutupan Selasa, 4 Agustus 2026, menjadi US$4.267 per ons pada Kamis, 6 Agustus 2026 sore. Penguatan ini didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap suku bunga tinggi, menyusul melandainya harga energi setelah Iran dilaporkan mencapai kesepakatan sementara berdurasi 2 hingga 4 bulan dengan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Perkembangan geopolitik dan penurunan harga energi tersebut mengubah proyeksi pelaku pasar keuangan. Saat ini, pasar mengantisipasi The Fed hanya akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak satu kali hingga akhir tahun 2026, berkurang dari perkiraan pekan sebelumnya yang memproyeksikan dua kali kenaikan suku bunga.

Meski mengalami kenaikan tajam ke kisaran US$4.300 per ons, posisi harga emas saat ini secara historis masih lebih rendah dibandingkan rata-rata kuartal pertama 2026 di level US$4.865 per ons dan kuartal kedua 2026 di level US$4.510 per ons. Konsensus Bloomberg memproyeksikan rata-rata harga emas sepanjang tahun 2026 dapat mencapai US$4.541 per ons.

Tembaga dan Timah Mendekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Di bursa komoditas berjangka Comex, harga tembaga mengukir rekor tertinggi baru pada posisi US$6,731 per pon pada Rabu, 5 Agustus 2026, melampaui rekor sebelumnya di US$6,716 per pon yang dicapai pada Mei 2026. Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), harga tembaga Comex telah menguat sebesar +18%.

Baca Juga:  Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, 3 Ribu Orang Dievakuasi

Sementara itu, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) ditutup pada level US$14.110,5 per ton pada Rabu, 5 Agustus 2026. Angka tersebut hanya berselisih -0,3% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$14.153 per ton yang tercatat pada 13 Mei 2026. Kenaikan harga tembaga dipicu oleh spekulasi penetapan tarif impor tembaga oleh Pemerintah Amerika Serikat serta langkah Republik Demokratik Kongo—produsen tembaga terbesar kedua di dunia—yang memberlakukan larangan ekspor konsentrat tembaga dan kobalt secara mendadak guna menggenjot hilirisasi domestik.

Untuk komoditas timah, harga ditutup di level US$56.718 per ton pada Rabu, 5 Agustus 2026, atau telah melambung +40% sepanjang tahun berjalan. Posisi tersebut hanya berjarak -2,1% dari rekor tertinggi US$57.960 per ton yang tercipta pada 2 Juni 2026. Penguatan timah disokong oleh tipisnya persediaan di China, lambatnya pemulihan pasokan dari Myanmar dan Indonesia, serta tingginya minat spekulatif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) di mana open interest kontrak teraktif melampaui 60.000 lot.

Penyebab Penurunan Harga Nikel di Pasar Global

Berbeda dengan tren komoditas logam lainnya, harga nikel melorot hingga -2,1% ke level US$16.750 per ton pada Kamis, 6 Agustus 2026. Level ini merupakan yang terendah sejak pertengahan Juli 2026 dan membuat pergerakan harga nikel cenderung stagnan sejak awal tahun.

Penurunan harga nikel disebabkan oleh spekulasi pasar setelah timbul laporan bahwa salah satu tambang terbesar di Indonesia bakal menerima tambahan kuota produksi bijih nikel hingga puluhan juta ton pada semester kedua tahun 2026. Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar penambahan kuota tersebut. Sepanjang tahun 2026, harga nikel bergerak dalam rentang US$16.250 hingga US$19.642 per ton tanpa arah tren yang dominan.

Baca Juga:  Alasan Pelapor Mencabut Laporan Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Dampak Dinamika Komoditas terhadap Pasar Saham Domestik

Pergerakan harga komoditas dunia secara langsung memengaruhi kinerja saham emiten terkait di Bursa Efek Indonesia:

  • Saham Emas: Saham emiten produsen emas mengalami penguatan signifikan, ditandai dengan kenaikan saham PT Hartadinata Abadi Tbk ($HRTA) sebesar +6%, PT Merdeka Gold Copper Tbk ($EMAS) sebesar +2,36%, dan PT Archi Indonesia Tbk ($ARCI) sebesar +2,16%.
  • Saham Tembaga dan Timah: Saham emiten tembaga dan timah justru mengalami koreksi akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah menguat pesat pada pekan sebelumnya. Saham PT Timah Tbk ($TINS) melemah -2,06% dan PT Amman Mineral Internasional Tbk ($AMMN) terkoreksi -2,26%.

Perkembangan Bisnis dan Aksi Korporasi Emiten

Selain dinamika harga komoditas, sejumlah emiten di bursa domestik juga mencatatkan perkembangan operasional dan rencana strategis penting:

Ancora Indonesia Resources ($OKAS)

Melalui anak usahanya, PT Kemitraan MNK BME, perseroan berhasil meraih dua kontrak penyediaan solusi eksplosif pertambangan di Kalimantan dengan nilai total sekitar US$60 juta. Kontrak pertama bernilai US$11 juta untuk melayani perusahaan tambang internasional di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kontrak kedua merupakan perpanjangan jasa senilai US$49 juta hingga periode 2029–2030 dengan kontraktor pengelola tambang batu bara terbesar ketiga di Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Selatan.

Rencana IPO Entitas BUMN ($BBRI)

Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengindikasikan bahwa sejumlah anak usaha BUMN berkapitalisasi besar masuk dalam peta jalan (roadmap) penawaran umum perdana saham (IPO) untuk 5 tahun ke depan. Salah satu entitas yang disiapkan adalah anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT Pegadaian, bersama entitas BUMN lain seperti PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Diprediksi Tembus Rp 3 Juta per Gram Akhir Tahun

Target Ekspansi Fore Kopi Indonesia ($FORE)

Manajemen Fore Coffee menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar +70% YoY dan kenaikan pendapatan +50% YoY pada tahun 2026. Sepanjang semester pertama 2026, perseroan telah membuka lebih dari 40 gerai baru, di mana 40% di antaranya berada di kota tier 2 dan tier 3. Hingga semester pertama 2026, grup FORE mengoperasikan total 377 gerai di lebih dari 60 kota. Perseroan menargetkan penambahan 100 gerai baru hingga akhir tahun 2026 serta penyelesaian fasilitas pabrik pengolahan adonan donat senilai Rp15 miliar yang dijadwalkan beroperasi mulai Agustus atau September 2026.

Kinerja Keuangan Cisarua Mountain Dairy ($CMRY)

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk mencatatkan penurunan margin laba kotor menjadi 43,5% pada kuartal kedua 2026 akibat lonjakan biaya bahan baku dan kemasan sebesar +38% YoY serta dampak pelemahan kurs rupiah. Margin laba usaha juga tertekan menjadi 18,3% disebabkan oleh pencatatan provisi keusangan persediaan sebesar Rp99 miliar terkait insiden kebakaran gudang, di samping peningkatan beban distribusi sebesar +47% YoY. Manajemen berencana melakukan penyesuaian harga jual rata-rata (ASP) serta peluncuran produk premium pada kuartal keempat 2026 untuk memulihkan margin margin laba.

Rencana Aksi Korporasi Cakra Buana Resources Energi ($CBRE)

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk mengonfirmasi bahwa rencana penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) saat ini masih dalam tahap pemenuhan persyaratan administratif dan regulasi yang ditentukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *