Rakyatinside.com — Peristiwa menegangkan terjadi di dalam rangkaian kereta Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada Kamis (17/9) pagi. Sebuah tas milik salah seorang penumpang tiba-tiba mengeluarkan asap tebal saat kereta tengah berada di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.49 WIB ini sempat memicu kepanikan di kalangan pengguna jasa transportasi massal tersebut.
Petugas keamanan stasiun yang berjaga di peron langsung bergerak cepat setelah melihat kepulan asap dari salah satu gerbong kereta. Berkat kesiapan petugas dan kerja sama dari penumpang yang bersangkutan, situasi tersebut berhasil ditangani dengan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa atau luka-luka yang serius. Namun, kejadian ini sempat mengganggu kelancaran perjalanan kereta api.
Kronologi Kejadian HP Terbakar di Gerbong Wanita
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di dalam Kereta Khusus Wanita (KKW) yang berada di bagian paling depan rangkaian Commuter Line. Saat kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu, seorang petugas keamanan peron mendeteksi adanya kejanggalan berupa asap yang keluar dari tas salah satu penumpang wanita.
Menyadari bahaya yang mengancam, pemilik tas secara spontan melemparkan tasnya keluar dari gerbong menuju area peron stasiun. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko penyebaran api di dalam ruang kereta yang tertutup. Petugas yang sigap segera mengamankan tas tersebut menggunakan alat keselamatan yang tersedia sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku di stasiun.
Setelah tas berhasil diamankan dan situasi dinyatakan kondusif, petugas membuka tas tersebut untuk memeriksa sumber asap. Di dalam tas, petugas menemukan dua unit perangkat telepon genggam (smartphone) dalam kondisi hangus terbakar. Kedua perangkat tersebut langsung dievakuasi agar tidak lagi menimbulkan panas berlebih atau percikan api susulan.
Penyebab Kebakaran: Hotspot Aktif di Dalam Tas
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan yang digali dari pemilik barang, diketahui bahwa salah satu telepon genggamnya sedang difungsikan sebagai pemancar internet portabel atau hotspot. Perangkat tersebut digunakan untuk membagikan koneksi internet ke telepon genggam yang lain milik penumpang tersebut.
Masalah utama muncul karena kedua perangkat elektronik tersebut disimpan secara bersamaan di dalam ruang tertutup di dalam tas saat fitur hotspot sedang aktif bekerja. Penggunaan fitur ini secara terus-menerus diketahui dapat meningkatkan suhu perangkat dengan cepat. Ketika disimpan di dalam ruang tertutup seperti tas, sirkulasi udara menjadi terhambat sehingga panas terakumulasi dan akhirnya memicu korsleting atau kegagalan baterai hingga terbakar.
Dampak Perjalanan KRL dan Imbauan KAI Commuter
Akibat insiden ini, perjalanan Commuter Line No. 1641 dengan relasi Rangkasbitung menuju Tanah Abang sempat tertahan di Stasiun Rawa Buntu. Kereta tersebut mengalami keterlambatan jadwal sekitar 7 menit dari waktu normalnya. Keterlambatan ini terjadi karena petugas harus memastikan seluruh rangkaian kereta benar-benar aman dan bebas dari sisa material yang mudah terbakar sebelum melanjutkan perjalanan.
Pihak KAI Commuter pun langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengguna jasa kereta api untuk selalu waspada terhadap kondisi barang bawaan elektronik mereka. Pengguna diminta untuk tidak mengoperasikan perangkat elektronik yang menghasilkan panas tinggi, seperti hotspot aktif, di dalam wadah yang tertutup rapat.
Leza Arlan menekankan pentingnya respons cepat dari para penumpang jika menemui kondisi darurat atau tidak biasa selama berada di dalam kereta. Penumpang diimbau untuk segera melaporkan keanehan seperti bau hangus, asap, atau perangkat yang mendadak panas kepada petugas di dalam kereta maupun di stasiun terdekat demi keselamatan bersama seluruh pengguna Commuter Line.





