Investor Asing Beli Saham GOTO Rp13,2 Miliar Jelang Rilis Laporan Keuangan

  • Bagikan
Ilustrasi pergerakan saham GOTO di Bursa Efek Indonesia
Ilustrasi pergerakan saham GOTO di Bursa Efek Indonesia

Rakyatinside.com — Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp13,2 miliar sepanjang pekan lalu. Aksi akumulasi ini berlangsung di tengah persiapan perseroan untuk merilis laporan kinerja keuangan kuartal II dan semester I 2026 pada Rabu, 29 Juli 2026. Minat investor asing ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat pergerakan harga saham perusahaan teknologi tersebut masih cenderung bergerak terbatas.

Dinamika Pergerakan Saham GOTO dan Respon Pasar

Aksi beli bersih oleh investor asing sebesar Rp13,2 miliar ini terjadi ketika harga saham GOTO masih tertahan di kisaran level Rp50 per saham. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), posisi harga saham tersebut telah berlangsung selama hampir dua bulan. Pola pergerakan terbatas ini bertahan sejak pengumuman penerapan kebijakan komisi ojek online (ojol) sebesar 8 persen yang mulai diberlakukan pada 1 Mei 2026 lalu.

Kendati harga saham perseroan belum memperlihatkan lonjakan atau pergerakan yang signifikan di papan perdagangan, tingginya minat beli dari pihak investor asing menunjukkan adanya optimisme yang tetap terjaga. Pelaku pasar keuangan menilai akumulasi bertahap oleh modal asing ini sebagai sinyal antusiasme terhadap prospek jangka panjang dan kinerja operasional perusahaan.

Agenda Pengumuman Kinerja Keuangan Kuartal II 2026

Aksi akumulasi oleh investor asing tersebut berlangsung secara bersamaan dengan momentum krusial perseroan pekan ini. Berdasarkan jadwal resmi, manajemen GOTO diagendakan untuk menyampaikan pemaparan kinerja keuangan untuk periode kuartal II sekaligus semester I tahun 2026 pada Rabu, 29 Juli 2026.

Publikasi laporan keuangan terbaru ini akan menjadi fokus utama para investor dan analis pasar modal. Penilaian pasar akan tertuju pada konsistensi dan keberlanjutan perbaikan tren keuangan yang berhasil dicapai oleh perseroan pada awal tahun ini. Investor akan mencermati berbagai indikator operasional serta keuangan utama untuk mengukur arah serta prospek bisnis GOTO sepanjang sisa tahun 2026.

Baca Juga:  BEI Berencana Lakukan Perbaikan Aturan Papan Pemantauan Khusus untuk Investor

Capaian Historis Profitabilitas pada Kuartal I 2026

Ekspektasi tinggi pelaku pasar terhadap rilis kinerja terbaru tidak lepas dari pencapaian bersejarah GOTO pada kuartal I 2026. Pada tiga bulan pertama tahun ini, GoTo berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar. Pencapaian ini mengukir sejarah baru bagi perseroan karena merupakan laba bersih pertama yang berhasil dibukukan sejak perusahaan pertama kali didirikan.

Capaian positif tersebut menandai pembalikan arah atau turnaround yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada kuartal I 2025, perseroan masih mencatatkan rugi bersih mencapai Rp367 miliar. Perubahan dari kondisi rugi menjadi laba ini menegaskan bahwa strategi transformasi yang diterapkan perseroan memberikan dampak langsung bagi kondisi finansial perusahaan.

Pertumbuhan Pendapatan dan Efisiensi Operasional

Dari sisi pendapatan utama atau top-line, GOTO berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp5,3 triliun pada kuartal I 2026. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 26 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal I tahun sebelumnya. Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan yang kuat dan pencapaian laba bersih menjadi tonggak penting bagi GOTO dalam memperkokoh struktur profitabilitas perusahaan.

Pihak manajemen GOTO menjelaskan bahwa capaian finansial positif ini merupakan hasil nyata dari perbaikan transformasi operasional yang berfokus pada disiplin efisiensi dan optimalisasi bisnis secara menyeluruh selama beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa keberhasilan meraih laba bersih merupakan hasil dari dedikasi seluruh tim dalam mengelola fundamental bisnis. “Ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” ujar Hans Patuwo dalam siaran pers pada 28 April lalu.

Baca Juga:  Menteri Keuangan Purbaya Berduka, Petugas Bea Cukai Gugur Saat Tugas di Riau

Fokus Investor pada Keberlanjutan Momentum Bisnis

Dengan harga saham yang saat ini masih bergerak dalam rentang terbatas, akumulasi beli bersih yang dilakukan oleh investor asing menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II menjadi indikator penting di pasar modal. Para investor kini menantikan apakah GOTO mampu mempertahankan tren positif profitabilitas dan pertumbuhan pendapatan yang telah dibangun sejak kuartal pertama 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *