Konflik Arab Saudi dan Houthi Memanas Usai Serangan Balasan Rudal di Laut Merah

  • Bagikan
Ketegangan militer antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di kawasan Laut Merah
Ketegangan militer antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di kawasan Laut Merah

Rakyatinside.com — Ketegangan militer antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi di Yaman kembali memanas secara signifikan. Koalisi militer Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan udara terhadap situs-situs strategis Houthi di Yaman, yang kemudian dibalas oleh kelompok Houthi dengan tembakan rudal ke wilayah Arab Saudi selatan pada Sabtu pagi.

Kronologi Serangan Saling Balas di Laut Merah

Peningkatan konflik ini bermula dari langkah koalisi pimpinan Arab Saudi yang menggempur sejumlah target militer Houthi pada Jumat. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Maliki, menyatakan melalui media sosial X bahwa aksi militer tersebut merupakan respons tegas atas ancaman berkelanjutan Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah.

Sebelum serangan udara dari pihak koalisi diluncurkan, kelompok milisi Houthi yang didukung Iran telah mengklaim serangan terhadap dua kapal milik Arab Saudi. Houthi juga secara resmi mengumumkan pembentukan blokade maritim terhadap kerajaan tersebut, yang memicu eskalasi keamanan di jalur pelayaran internasional.

Al-Maliki menegaskan bahwa koalisi memberikan respons yang kuat untuk menghancurkan target yang berpotensi membahayakan lalu lintas pelayaran komersial. Ia menambahkan bahwa operasi militer balasan tersebut telah dinyatakan selesai setelah target yang ditentukan berhasil dihancurkan.

Target Operasi Militer dan Dampak Korban di Yaman

Berdasarkan informasi dari sumber keamanan di Yaman, sasaran gempuran udara koalisi Saudi mencakup pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan Hodeida serta sebuah kamp militer yang berada di pulau Kamaran.

Sementara itu, media lokal yang dikelola Houthi, al-Masirah, melaporkan adanya korban luka dari pihak sipil akibat serangan tersebut. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka, yakni seorang pekerja di gedung telekomunikasi di kota Hodeida dan seorang wanita di pulau Kamaran.

Baca Juga:  Kecelakaan Helikopter Aramco di Arab Saudi Tewaskan Sebanyak 14 Orang Warga Lokal

Kelompok pemberontak Houthi melalui saluran Telegram media Ansarollah mengecam keras aksi tersebut. Mereka menuding Arab Saudi telah menargetkan infrastruktur sipil dan menyebut langkah itu sebagai eskalasi yang sangat berbahaya di wilayah Hodeida dan Pulau Kamaran. Houthi secara tegas bersumpah bahwa tindakan militer tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa ada aksi balasan.

Peluncuran Rudal Balasan ke Kota Jizan

Hanya berselang beberapa jam setelah bersumpah akan membalas, kelompok Houthi mengklaim telah meluncurkan rudal ke wilayah Arab Saudi pada Sabtu pagi. Tembakan rudal Yaman tersebut dilaporkan memicu insiden kebakaran di kota Jizan, sebuah wilayah pesisir yang terletak di Arab Saudi bagian selatan.

Pemerintah dan otoritas militer Arab Saudi tidak langsung memberikan komentar resmi terkait klaim serangan rudal tersebut. Kendati demikian, otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat singkat mengenai potensi bahaya kepada para penduduk di wilayah Jizan dan Yanbu.

Peringatan keamanan tersebut dicabut beberapa menit kemudian. Pola peringatan singkat semacam ini kerap dikeluarkan oleh otoritas setempat ketika terdeteksi adanya ancaman rudal atau drone yang mengarah ke wilayah kerajaan.

Eskalasi Konflik Kawasan dan Ketidakpastian Gencatan Senjata

Aksi saling serang yang baru terjadi ini menandai munculnya front pertempuran baru di tengah meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi geopolitik wilayah tersebut kian membara menyusul ketegangan regional yang sempat melonjak pasca-serangan terhadap Iran pada bulan Februari.

Kelompok Houthi sendiri telah terlibat dalam perang saudara melawan pemerintah Yaman sejak tahun 2014. Konflik berkepanjangan yang berlangsung selama bertahun-tahun ini telah menelan ratusan ribu korban jiwa serta menciptakan krisis kemanusiaan yang parah.

Baku tembak dan serangan balasan terkini antara Arab Saudi dan Houthi kini mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang telah disepakati sejak tahun 2022. Eskalasi ini mengancam stabilitas jalur perdagangan vital di Laut Merah serta berpotensi memperluas eskalasi militer di Timur Tengah.

Baca Juga:  Donald Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Melemah Drastis Akibat Perang Berkelanjutan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *