Rakyatinside.com — Penemuan mobil jurnalis yang masih terparkir di sebuah hotel di kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi salah satu petunjuk penting dalam peristiwa hilangnya rombongan peliput Gunung Anak Krakatau. Kendaraan roda empat bernomor polisi B-1772-WMF tersebut ditinggalkan bersama sejumlah barang bawaan milik para korban yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) lalu.
Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut awalnya berencana menginap selama dua malam di penginapan tersebut sebelum berangkat menuju perairan Selat Sunda. Penjaga hotel mengonfirmasi bahwa para jurnalis sempat singgah dan meletakkan barang-barang mereka di kamar sebelum akhirnya dijemput untuk menuju dermaga penyeberangan.
Kronologi Keberangkatan Jurnalis Menuju Gunung Anak Krakatau
Berdasarkan keterangan penjaga hotel bernama Maman, rombongan jurnalis tersebut tiba di penginapan pada Minggu (6/9) malam. Mereka merencanakan perjalanan liputan mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang memang tengah aktif. Pada Senin (7/9) siang, mereka memutuskan untuk meninggalkan hotel sementara waktu guna memulai perjalanan laut.
Maman menjelaskan bahwa empat jurnalis yang menginap di hotelnya dijemput oleh jurnalis lain menggunakan mobil lain. Mereka kemudian bergerak menuju Dermaga Pagedongan di kawasan Pandeglang. Dari dermaga inilah mereka menaiki sebuah kapal cepat atau speedboat yang membawa mereka ke arah perairan Selat Sunda.
Keberangkatan tersebut menjadi momen terakhir komunikasi sebelum akhirnya seluruh rombongan dilaporkan hilang kontak. Di area hotel, mobil yang mereka bawa masih terparkir rapi di halaman, lengkap dengan sebuah tas yang masih tertinggal di dalam kamar yang mereka sewa.
Daftar Jurnalis dan Kru Kapal yang Dilaporkan Hilang
Rombongan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda ini berjumlah delapan orang, yang terdiri dari lima jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional, serta tiga orang kru kapal. Para jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari kantor berita asing Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan seorang jurnalis lepas.
Sementara itu, tiga orang kru yang mendampingi mereka di dalam speedboat adalah Warta yang bertindak sebagai kapten kapal, Sukarman selaku Anak Buah Kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu jalan. Rombongan ini menggunakan kapal cepat untuk mendekati lokasi Gunung Anak Krakatau demi mendapatkan materi liputan visual maupun informasi terkini terkait aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Instruksi Presiden Prabowo dan Pengerahan 11 Kapal Penyelamat
Kabar hilangnya kontak dengan rombongan jurnalis ini langsung mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk segera menggelar operasi pencarian dan penyelamatan sejak Senin (7/9) malam.
Menindaklanjuti perintah Presiden, TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) serta kepolisian langsung mengerahkan kekuatan penuh. Laksamana Muhammad Ali melaporkan bahwa sebanyak 11 kapal gabungan telah diterjunkan ke titik-titik koordinat yang dicurigai di sekitar Selat Sunda untuk menyisir keberadaan kapal cepat tersebut.
Armada gabungan yang dikerahkan dalam misi penyelamatan ini terdiri dari berbagai jenis kapal perang, kapal patroli cepat, hingga perahu karet taktis. Beberapa di antaranya adalah kapal perang milik TNI AL seperti KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Selain itu, dikerahkan pula kapal patroli cepat seperti KAL Anyer 1-3-64 dan KAL Pohawang 1-3-30, serta kapal taktis RBB Peucang Lanal Banten.
Unsur penyelamat dari Basarnas dan Kepolisian juga turut memperkuat operasi ini dengan mengirimkan RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017. Pemerintah berharap sinergi dari seluruh armada gabungan ini dapat segera membuahkan hasil positif dan menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat.





