Rakyatinside.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memulai langkah strategis dalam menata mobilitas urban dengan mencanangkan pembangunan pedestrian deck atau jembatan cincin donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Proyek infrastruktur ini dirancang untuk menjadi simpul utama yang menghubungkan enam moda transportasi publik sekaligus, guna menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi di jantung ibu kota.
Integrasi Enam Moda Transportasi Utama
Pembangunan jembatan layang pejalan kaki ini ditujukan untuk memfasilitasi seamless mobility bagi para komuter. Dengan adanya jembatan ini, perpindahan penumpang antar moda tidak lagi mengharuskan warga untuk turun ke bahu jalan, sehingga risiko kepadatan di area permukaan dapat diminimalisir. Enam moda transportasi yang akan terintegrasi di titik ini meliputi:
- MRT Jakarta
- LRT Jabodebek
- LRT Jakarta
- Transjakarta
- Kereta Bandara
- KCI (Kereta Commuter Indonesia)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa proyek ini merupakan hasil kajian awal yang disusun bersama pihak Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport, and Tourism (MLIT) serta Urban Renaissance. Pihaknya memastikan bahwa keberadaan jembatan ini tidak akan mengubah posisi Patung Jenderal Sudirman yang menjadi ikon bersejarah di kawasan tersebut.
Target Penyelesaian dan Pembiayaan
Mengenai durasi pengerjaan, proyek ini ditargetkan rampung paling lambat pada tahun 2028. Meski sempat muncul diskusi mengenai percepatan target penyelesaian, pihak pemerintah memastikan bahwa fokus utama adalah memberikan hasil yang maksimal bagi kenyamanan publik. Seluruh pembiayaan pembangunan jembatan ini dipastikan bersumber dari dana PT MRT Jakarta, dengan nilai investasi yang akan diinformasikan lebih lanjut oleh manajemen PT MRT Jakarta.
Solusi Mengurangi Kemacetan di Dukuh Atas
Salah satu alasan utama pembangunan jembatan ini adalah untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi di Dukuh Atas. Selama ini, banyak penumpang yang berpindah moda transportasi dengan turun dan menumpuk di tepi jalan. Kondisi tersebut semakin parah saat cuaca buruk, seperti hujan atau gerimis, yang akhirnya mengganggu arus lalu lintas kendaraan di area bawah.
Dengan adanya jembatan pejalan kaki yang tertutup, warga tidak perlu lagi khawatir akan panas maupun hujan saat berpindah antar moda. Hal ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi mobilitas warga setiap harinya.
Rencana Pemanfaatan Kawasan untuk UMKM dan Imigrasi
Tidak hanya sekadar jembatan penghubung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki visi untuk menghidupkan kawasan Dukuh Atas sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan. Pramono Anung mengusulkan agar para pelaku UMKM yang berdagang di kawasan tersebut mendapatkan fasilitas khusus, termasuk pembebasan bea atau duty free.
Lebih lanjut, pemerintah juga berencana mengusulkan agar area tersebut dapat menjadi tempat pelayanan imigrasi dan check-in. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kereta bandara, sehingga integrasi antara transportasi publik dan layanan pendukung perjalanan dapat berjalan lebih optimal bagi masyarakat luas.
Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menata kota Jakarta menjadi lebih ramah pejalan kaki dan efisien dalam penggunaan transportasi massal, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga ibu kota.





