Rakyatinside.com — Pertamina Patra Niaga secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Makassar atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama beberapa hari terakhir. Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh pihak manajemen sebagai respons terhadap kesulitan serta aspirasi yang disampaikan oleh para konsumen di lapangan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menegaskan komitmen perusahaan untuk segera mengatasi permasalahan ini. Ia menyatakan bahwa langkah-langkah pemulihan tengah berjalan agar distribusi dan pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) dapat kembali berjalan dengan optimal dan lancar bagi seluruh warga Makassar.
Langkah Pemulihan Pelayanan BBM di Makassar
Untuk mengurai kepadatan antrean kendaraan yang mengular di berbagai titik SPBU, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menyusun dan menerapkan sejumlah strategi taktis. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah memperpanjang jam operasional SPBU agar dapat melayani masyarakat lebih lama dan membagi beban antrean secara lebih merata sepanjang hari.
Selain memperpanjang waktu operasional, Pertamina juga melakukan penguatan dan penambahan pasokan BBM secara langsung ke SPBU yang mengalami lonjakan permintaan. Penambahan kapasitas pelayanan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengisian bahan bakar sehingga pengendara tidak perlu menunggu terlalu lama di dalam barisan antrean.
Langkah teknis lainnya yang diambil di lapangan adalah menambah jumlah fasilitas nozzle serta menyiagakan lebih banyak operator di SPBU yang dinilai paling padat. Tidak hanya itu, Pertamina juga mendirikan Outlet Satgas Pelayanan BBM sebagai pusat layanan tambahan untuk mempermudah akses dan mempercepat distribusi energi kepada masyarakat setempat.
Sinergi Satgas Gabungan untuk Ketertiban SPBU
Dalam menjalankan berbagai upaya pemulihan ini, Pertamina Patra Niaga tidak bekerja sendiri. Pihak manajemen terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terkait yang tergabung dalam Satgas Gabungan. Langkah sinergis ini dirancang untuk memastikan pengawasan di lapangan berjalan efektif.
Satgas Gabungan ini memiliki peran penting dalam memantau situasi secara langsung di area SPBU. Selain membantu mengatur lalu lintas dan mengurai antrean kendaraan agar tidak mengganggu ketertiban umum, petugas gabungan juga bertugas memastikan bahwa penyaluran BBM di setiap SPBU berjalan dengan tertib, aman, serta tepat sasaran kepada konsumen yang berhak.
Menurut laporan terbaru dari Deny Sukendar pada Selasa, 15 September 2026, berbagai upaya pemulihan yang didukung oleh Satgas Gabungan tersebut kini mulai menunjukkan hasil positif. Kondisi antrean kendaraan di beberapa SPBU di Makassar dilaporkan sudah berangsur membaik dan situasi pelayanan secara bertahap kembali menuju kondisi normal.
Keterbukaan Informasi dan Evaluasi Layanan
Sebagai bentuk transparansi publik, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperbarui informasi mengenai kondisi operasional SPBU secara berkala. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan terkini melalui akun media sosial resmi mereka, khususnya melalui akun Instagram @pertaminasulawesi. Melalui platform ini, warga dapat mengakses informasi yang aktual mengenai ketersediaan pasokan dan kondisi layanan di lapangan.
Pihak Pertamina juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesabaran, pengertian, serta masukan konstruktif yang terus diberikan oleh masyarakat selama masa pemulihan ini berlangsung. Manajemen berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi guna meningkatkan kualitas pelayanan BBM di masa mendatang agar kebutuhan energi masyarakat Makassar dapat terpenuhi dengan lebih baik.





