rakyatinside.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengukir sejarah baru dalam persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan menggandeng PT Pos Indonesia untuk meluncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus. Kolaborasi ini menandai pertama kalinya dalam sejarah pelaksanaan Sensus Ekonomi di Indonesia di mana sebuah sampul peringatan filateli diterbitkan secara khusus sebagai bentuk dukungan nyata dan simbol sinergi kuat antar-lembaga.
Sensus Ekonomi sendiri merupakan agenda nasional krusial yang digelar BPS setiap sepuluh tahun sekali untuk memetakan potret utuh aktivitas ekonomi non-pertanian di seluruh wilayah Indonesia. Peluncuran sampul khusus ini dilakukan di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) SE2026 dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak di Jakarta.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni formal belaka. Menurutnya, sampul peringatan tersebut merupakan representasi dari komitmen kuat dan kemitraan strategis yang telah terjalin lama. Selama ini, PT Pos Indonesia konsisten menjadi penyedia data logistik penting serta perdagangan barang internasional yang sangat krusial bagi penyusunan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Salah satu terobosan penting dalam MoU kali ini adalah digitalisasi sistem pertukaran data melalui pemanfaatan Application Programming Interface (API). Dengan integrasi sistem ini, aliran data antara BPS dan PT Pos Indonesia kini berlangsung secara otomatis, lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan. Langkah modernisasi ini diharapkan mampu merespons cepatnya dinamika sektor transportasi dan kurir yang menjadi tulang punggung perdagangan digital saat ini.
Direktur PT Pos Indonesia, Daud Joseph, menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi BUMN tersebut dalam mencatat sejarah SE2026. Sebagai bentuk komitmen nyata, PT Pos tidak hanya mendukung dari sisi data logistik, tetapi juga menyediakan ekosistem keuangan digital seperti Pospay payroll, pos asuransi, meterai, hingga jaringan distribusi logistik yang andal.
Sampul peringatan tersebut diserahkan langsung oleh Daud Joseph kepada Kepala BPS RI, Amalia Adininggar, serta Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Melalui penguatan koordinasi dari tingkat pusat hingga daerah, sinergi ini diharapkan dapat menyukseskan SE2026 sebagai sensus yang menghasilkan data paling akurat demi arah kebijakan ekonomi nasional yang lebih tepat sasaran.





