Was-was Ancaman Israel, Mojtaba Khamenei Tak Akan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

  • Bagikan
Was-was Ancaman Israel, Mojtaba Khamenei Tak Akan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Was-was Ancaman Israel, Mojtaba Khamenei Tak Akan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Rakyatinside.com – Mojtaba Khamenei dikabarkan tidak akan menghadiri upacara pemakaman ayahnya, mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Langkah ini diambil murni karena alasan keamanan menyusul ancaman yang terus dilontarkan oleh pihak Israel terhadap para petinggi Iran.

Juru bicara atau perwakilan Mojtaba, Ayatollah Hakim Elahi, mengonfirmasi kabar ini kepada media India Today. Ia menyebutkan bahwa situasi geopolitik yang memanas dan ancaman pembunuhan dari Israel menjadi faktor utama ketidakhadiran Mojtaba dalam prosesi pemakaman bersejarah tersebut.

Kronologi dan Penundaan Pemakaman Ali Khamenei

Mendiang Ayatollah Ali Khamenei wafat setelah terbunuh dalam serangan yang melibatkan pasukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Peristiwa ini sekaligus menandai awal mula pecahnya perang terbuka antara koalisi tersebut dengan Iran. Akibat situasi perang yang berkecamuk, prosesi pemakaman yang semula dijadwalkan pada Maret lalu terpaksa ditunda hingga bulan Juli ini.

Prosesi pemakaman yang baru kini telah dijadwalkan ulang. Rangkaian upacara akan dimulai dengan prosesi selama tiga hari di ibu kota Teheran mulai 4 Juli, dilanjutkan di kota suci Qom pada 7 Juli, dan pemakaman akhir pada 9 Juli mendatang.

Ancaman Israel dan Respons Keras Iran

Ketegangan semakin meningkat setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyatakan bahwa Khamenei kini masuk dalam daftar target pembunuhan. Menanggapi provokasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran langsung mengeluarkan peringatan keras dan menegaskan bahwa setiap tindakan agresif dari Israel di masa depan akan dibalas dengan respons yang jauh lebih kuat dan mematikan.

Dampak Praktis bagi Masyarakat Indonesia

Bagi masyarakat Indonesia, eskalasi konflik di Timur Tengah ini tentu membawa dampak praktis yang cukup signifikan. Ketegangan antara Iran dan Israel berpotensi mengganggu jalur pasokan energi global, yang dapat memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak ini pada akhirnya bisa memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri serta meningkatkan biaya logistik barang-barang kebutuhan pokok di Indonesia. Oleh karena itu, perkembangan situasi di Teheran terus menjadi perhatian serius para pengamat ekonomi dan kebijakan publik di tanah air.

Baca Juga:  Partai Demokrat Siapkan Silaturahmi Politik Jelang Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-25
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *