Rakyatinside.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan penguatan sebesar 12% secara month-to-date (MTD) per Selasa, 21 Juli 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang cukup kontras, di mana indeks saham di Korea Selatan, Taiwan, Jepang, serta indeks S&P 500 Information Technology justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam.
Rotasi Investasi Global
Pelemahan yang terjadi pada indeks-indeks utama di Asia dan AS, yang selama ini menjadi proksi sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI), mengindikasikan adanya rotasi investasi besar-besaran. Investor mulai mengalihkan modal mereka ke pasar yang sebelumnya tertinggal, seperti Indonesia, India, dan China.
Goldman Sachs mencatat bahwa sejumlah hedge fund telah melakukan aksi jual pada saham-saham teknologi AS dengan laju tercepat dalam lebih dari satu dekade terakhir. Aksi ini didorong oleh kekhawatiran terhadap valuasi saham bertema AI yang dianggap terlalu tinggi, serta potensi melambatnya belanja modal untuk pengembangan teknologi AI oleh perusahaan-perusahaan besar dunia.
Daya Tarik Pasar Domestik
Indonesia muncul sebagai alternatif investasi yang menarik karena pasar saham domestik sempat menjadi salah satu yang berkinerja terburuk di Asia sepanjang tahun 2026. Selain itu, eksposur pasar modal Indonesia terhadap sektor teknologi relatif kecil. Meskipun telah menguat sejak awal Juli 2026, IHSG secara year-to-date (YTD) masih mencatatkan pelemahan sebesar -27% per 21 Juli 2026.
Sentimen positif juga datang dari keputusan S&P Ratings pekan lalu yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di posisi ‘BBB/A-2’ dengan pandangan stabil. Ke depan, pasar menantikan pengumuman MSCI pada November 2026 terkait status pasar saham Indonesia, di mana mayoritas analis memperkirakan status Indonesia sebagai emerging market akan dipertahankan.
David Chao, Asia-Pacific Global Market Strategist di Invesco, menyebut bahwa pihaknya mulai merealisasikan keuntungan dari pasar Korea Selatan dan beralih ke Indonesia. Menurutnya, potensi pertumbuhan makro Indonesia saat ini belum sepenuhnya diperhatikan oleh investor global. Citi juga menilai bahwa IHSG kemungkinan telah melewati titik terendahnya atau bottom.
Tantangan Fiskal dan Aliran Dana Asing
Meskipun terdapat optimisme, Reuters menyoroti tren foreign outflow yang terjadi secara bertahap. Hal ini dipicu oleh terkikisnya keyakinan investor akibat ketidakpastian kebijakan dan risiko pemburukan fiskal, terutama di tengah harga minyak global yang masih tinggi. Data dari Copley Fund Research menunjukkan bahwa meskipun mayoritas manajer investasi aktif masih mempertahankan pandangan overweight, persentase dana yang diinvestasikan di Indonesia turun ke level 80,45%, terendah dalam 15 tahun terakhir.
Perkembangan Sektor Korporasi
Sejumlah emiten besar di Indonesia juga melaporkan perkembangan strategis. Chandra Asri Pacific (TPIA) tengah mengkaji keterlibatannya dalam proyek waste-to-energy melalui anak usahanya, PT Chandra Waste Energy. Selain itu, progres pabrik klor-alkali dan etilen diklorida (CA-EDC) milik TPIA telah mencapai 72% dan ditargetkan beroperasi pada 2027.
Bakrie & Brothers (BNBR) melalui PT Bakrie Power juga terlibat dalam konsorsium proyek waste-to-energy di Surabaya Raya, sementara Maharaksa Biru Energi (OASA) melalui PT Indoplas Dewata Energi berpartisipasi dalam proyek serupa di Lampung Raya. Di sisi lain, Antam (ANTM) memperluas distribusi logam mulia melalui kerja sama strategis dengan Bank Muamalat, dengan catatan pembiayaan emas melalui produk Solusi Emas Hijrah mencapai Rp1,9 triliun pada semester pertama 2026.
Summarecon Agung (SMRA) mencatatkan marketing sales sebesar Rp2,5 triliun pada 1H26, yang setara dengan 49% dari target tahunan perusahaan. Sementara itu, Sunindo Pratama (SUNI) memenangkan tender pengadaan material dari Pertamina Hulu Rokan dengan nilai kontrak maksimal Rp62,6 miliar.
Hingga saat ini, pelaku pasar tetap memantau peringatan dari Moody’s Ratings mengenai ketidakpastian kebijakan dan risiko keberlanjutan fiskal yang masih membayangi prospek ekonomi Indonesia ke depannya.





