Presiden Prabowo Soroti Kritik Program Makan Bergizi Gratis di Istana Negara

  • Bagikan
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna.
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Rakyatinside.com — Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan tegas terhadap berbagai kritik yang ditujukan kepada pemerintah terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam arahannya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Prabowo menyoroti ketimpangan reaksi publik terhadap upaya pemenuhan gizi masyarakat dibandingkan dengan isu kebocoran kekayaan negara yang telah berlangsung lama.

Prabowo menegaskan bahwa kemampuan sebuah bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya merupakan tolok ukur utama keberhasilan sebuah negara. Ia menekankan bahwa memberikan makan kepada rakyat, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil, adalah fondasi dasar dari sebuah peradaban. Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa masyarakat tidak akan mampu bertahan atau berkembang jika kebutuhan dasar berupa pangan tidak terpenuhi.

Program Makan Bergizi Gratis sebagai Kebutuhan Dasar

Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo memaparkan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya memastikan stabilitas harga pangan di pasar. Selain itu, pemerintah berkomitmen menjamin ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau bagi para petani agar produksi pangan nasional tetap terjaga. Program Makan Bergizi Gratis diposisikan sebagai langkah strategis untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang layak demi masa depan bangsa.

“Setiap perekonomian itu pasti diukur dan kita punya ukuran, kita bertanya apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya, itu yang jadi ukuran. Untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberikan dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah memberi makan, pangan,” ujar Prabowo di hadapan para menteri.

Kritik Pemborosan dan Realitas Kebocoran Negara

Presiden Prabowo mengaku heran karena upaya pemerintah untuk memberikan gizi kepada generasi muda serta kelompok rentan seperti lansia justru dicap sebagai bentuk pemborosan oleh pihak-pihak tertentu. Ia merasa diserang secara personal dan politis atas inisiatif kebijakan yang dianggapnya krusial untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga:  Donald Trump Peringatkan Rusia dan China Agar Tidak Terlibat Perang Iran

Lebih lanjut, Prabowo membandingkan situasi ini dengan minimnya perhatian publik maupun pakar terhadap kebocoran kekayaan negara. Ia menyoroti bahwa selama 34 tahun terakhir, ribuan triliun rupiah kekayaan negara telah menguap dan keluar dari bumi Indonesia tanpa ada protes keras, investigasi mendalam, atau komentar kritis yang berarti.

Implikasi Kebijakan dan Harapan Pemerintah

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tetap akan memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat bawah. Bagi Prabowo, tidak ada alasan yang lebih penting daripada memastikan perut rakyat tetap terisi dengan gizi yang cukup. Ia menganggap narasi yang mencoba mendegradasi program MBG sebagai upaya yang tidak sejalan dengan kepentingan dasar keberlangsungan peradaban bangsa.

Dengan adanya penegasan ini, pemerintah berharap agar narasi pembangunan nasional ke depan dapat lebih berfokus pada substansi pemenuhan kebutuhan rakyat, alih-alih terjebak dalam perdebatan yang mengabaikan isu-isu besar kebocoran anggaran yang sebenarnya jauh lebih berdampak bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *