Kisah Inspiratif DoAr Dimsum Bertransformasi Menjadi Langganan Kuliner Gedung DPR RI

  • Bagikan
Produksi dimsum rumahan DoAr Dimsum yang kini jadi langganan katering DPR RI
Produksi dimsum rumahan DoAr Dimsum yang kini jadi langganan katering DPR RI

Rakyatinside.com – Perjalanan bisnis Ariwiyanti dalam merintis DoAr Dimsum membuktikan bahwa kegigihan mampu mengubah dapur rumah yang sempit menjadi motor penggerak ekonomi yang mumpuni. Berlokasi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, bisnis yang dirintis sejak 2018 ini kini telah bertransformasi menjadi pemasok kuliner pilihan untuk berbagai korporasi, termasuk katering makan siang di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Awal Mula Kegelisahan Menjadi Peluang Bisnis

Usaha ini bermula dari kepedulian Ari terhadap preferensi makanan anak-anaknya. Ia merasa dimsum di pasaran terbagi dalam dua ekstrem: kualitas kaki lima yang kurang memuaskan selera, atau dimsum restoran yang dibanderol dengan harga terlalu mahal. Dibantu suaminya yang berprofesi sebagai seorang chef, Ari melakukan serangkaian riset untuk menciptakan resep dimsum dengan cita rasa restoran namun tetap terjangkau.

Titik balik terjadi ketika seorang teman mencicipi olahan dimsum tersebut dan melakukan pemesanan dalam jumlah besar untuk acara peluncuran apartemen di Bekasi. Respon positif dari para tamu di acara tersebut meyakinkan Ari bahwa produknya memiliki potensi pasar yang luas. Ia pun mulai memberanikan diri membuka dua kios fisik di sekitar kampus BINUS dengan mempekerjakan tiga orang pegawai.

Adaptasi di Tengah Hantaman Pandemi COVID-19

Tahun 2019 menjadi ujian berat bagi banyak pelaku usaha, termasuk DoAr Dimsum. Akibat pandemi COVID-19 yang memaksa kampus menerapkan sistem kuliah daring, omzet kiosnya terjun bebas karena hilangnya pangsa pasar mahasiswa. Akhirnya, Ari memutuskan untuk menutup kedua kios tersebut demi efisiensi.

Namun, Ari tidak menyerah. Ia memindahkan seluruh operasional ke dapur rumah dan mengubah model bisnisnya. Konsep ‘siap makan’ (ready to eat) diganti menjadi ‘berbasis pesanan’ (made to order) dengan fokus pada produk dimsum frozen. Strategi ini terbukti lebih efektif. Tanpa beban biaya sewa kios dan gaji karyawan yang besar, ia justru berhasil mencatatkan omzet yang lebih stabil selama masa pandemi, yakni mencapai Rp 25 hingga Rp 30 juta per bulan.

Baca Juga:  Kisah Sukses Vivi Rintis Bisnis Bumbu Masakan Khas Aceh Binaan BRI

Dukungan Rumah BUMN BRI dan BRIncubator

Pada 2021, Ari memutuskan untuk bergabung dengan Rumah BUMN BRI setelah mendapatkan informasi melalui media sosial. Bergabungnya ia ke ekosistem ini memberikan akses pelatihan yang sangat berharga. Ari mempelajari pentingnya literasi keuangan, termasuk cara memisahkan arus kas pribadi dan usaha, serta teknik pemasaran modern melalui live streaming di media sosial dengan bimbingan narasumber profesional.

Tak berhenti di sana, pada 2023, Ari mengikuti program BRIncubator selama tiga bulan. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas digital, perluasan akses pasar, serta kemudahan akses pembiayaan. Ari berhasil masuk dalam jajaran lima besar peserta terbaik, yang memberikannya kesempatan untuk mengikuti berbagai bazar besar, seperti acara Koplo Keliling dan Piala Presiden, di mana ia pernah mencatatkan omzet Rp 4 juta hanya dalam waktu dua jam.

Filosofi dan Standar Kualitas

Nama ‘DoAr Dimsum’ memiliki makna ganda. Selain merupakan singkatan dari nama sang suami (Dodi) dan dirinya (Ari), nama ini juga mengandung harapan agar bisnisnya selalu ‘meledak’. Secara spiritual, DoAr diartikan sebagai akronim dari Doa dan Ikhtiar, yang menjadi prinsip Ari dalam menjalankan usahanya.

Kini, DoAr Dimsum telah memiliki legalitas lengkap, mulai dari label halal, HAKI, hingga standar dapur BPOM. Produknya kini dipercaya oleh berbagai mitra prestisius, mulai dari katering Gedung DPR RI, lapangan golf, hingga hotel-hotel. Setiap kali pihak katering DPR membutuhkan pasokan dimsum untuk acara, mereka akan langsung menghubungi Ari karena konsistensi rasa yang telah terjaga.

Menghadapi Tantangan Ekonomi Modern

Meskipun telah memiliki pangsa pasar yang mapan, Ari tetap menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan pokok. Alih-alih menaikkan harga jual yang dapat merusak loyalitas pelanggan, Ari memilih untuk memangkas margin keuntungan. Ia memprioritaskan keberlangsungan bisnis dan pemenuhan pesanan bagi mitra-mitra strategisnya agar hubungan kerja sama tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang menantang.

Baca Juga:  Rupiah Ambyar ke Rp17.800 dan IHSG Terancam Sentuh 5.900, Ini Biang Keroknya

Dengan sistem produksi mandiri yang dilakukan seminggu sekali, Ari mampu memproduksi sekitar 16 kilogram bahan baku yang menghasilkan 2.000 pcs dimsum dalam satu kali sesi produksi. Ketelitian dalam menjaga kualitas dan keberanian untuk terus belajar inilah yang membuat DoAr Dimsum mampu bertahan dan terus berkembang hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *