Rakyatinside.com – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional, khususnya bagi pendukung setia klub Persebaya Surabaya. Salah satu tokoh penting dan pentolan Bonek, Andy Kristiantono yang lebih dikenal dengan nama Andie Peci, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (10/7).
Kabar meninggalnya sosok yang memiliki pengaruh besar di kalangan suporter ini telah dikonfirmasi oleh salah satu koordinator komunitas Bonek, Husein Ghozali atau yang akrab disapa Cak Conk. Menurut keterangannya, Andie Peci mengembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Mohamad Soewandhi, Surabaya, sekitar pukul 11.20 WIB.
Cak Conk menjelaskan bahwa mendiang telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut selama beberapa bulan terakhir akibat penyakit yang dideritanya. Meski demikian, pihak keluarga dan rekan sesama suporter tidak merinci secara spesifik mengenai jenis penyakit yang diidap oleh Andie Peci selama masa perawatan.
Sosok Sentral di Balik Kebangkitan Persebaya
Bagi komunitas Bonek dan pendukung Persebaya, Andie Peci bukan sekadar suporter biasa. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki pendirian teguh, berprinsip, serta memegang idealisme yang sangat kuat dalam setiap pergerakannya. Peran paling krusial yang pernah ia jalani adalah ketika ia menjadi motor penggerak perjuangan Persebaya saat menghadapi krisis besar pada rentang waktu 2010 hingga awal 2017.
Pada masa tersebut, Persebaya sempat mengalami periode kelam akibat dualisme kepengurusan dan pembekuan klub oleh federasi sepak bola nasional, PSSI. Klub kebanggaan warga Surabaya ini bahkan sempat mati suri dan tidak diakui keberadaannya dalam kompetisi resmi. Di sinilah Andie Peci mengambil peran sentral dalam memimpin elemen suporter untuk menuntut keadilan bagi Persebaya.
Berkat mobilitas, kepiawaian dalam bernegosiasi, dan kegigihan pergerakan yang ia pimpin bersama elemen suporter lainnya, status keanggotaan Persebaya akhirnya dipulihkan. Keberhasilan tersebut menjadi titik balik yang memungkinkan Persebaya kembali berkompetisi di kancah Liga Indonesia pada awal 2017.
Dedikasi di Luar Lapangan Hijau
Selain dikenal sebagai tokoh sentral di tribun stadion, Andie Peci juga merupakan sosok yang aktif dalam ranah sosial. Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur ini dikenal sebagai seorang aktivis buruh. Ia aktif dalam organisasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), yang menunjukkan kepeduliannya pada isu-isu kemanusiaan dan kesejahteraan pekerja.
Kepergian Andie Peci meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekannya. Cak Conk menyatakan bahwa sulit mencari sosok yang memiliki dedikasi dan mobilitas setinggi Andie Peci dalam memperjuangkan hak-hak klub. Hingga saat ini, para pendukung Bonek dijadwalkan akan melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang.
Terkait proses pemakaman, pihak keluarga telah berencana untuk memakamkan jenazah Andie Peci di kampung halamannya, tepatnya di Desa Manis Rejo, Madiun. Masyarakat sepak bola Indonesia, khususnya publik Surabaya, kehilangan salah satu pejuang sejati yang telah memberikan sumbangsih besar bagi sejarah Persebaya di masa-masa sulit.





