TABALONG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi, SP, mengajak para petani yang tergabung dalam Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabalong untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai Pancasila tidak boleh hanya berhenti sebagai konsep teoritis, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Firman Yusi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi II DPRD Kalsel, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila di Kabupaten Tabalong. Agenda penting ini dirangkai bersamaan dengan peringatan Hari Krida Pertanian dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang menjadi momentum tepat untuk menyatukan semangat pembangunan pertanian dengan pelestarian alam.
Sektor Pertanian sebagai Ruang Implementasi Pancasila
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Bupati Tabalong H. Noor Rifani, jajaran pemerintah daerah setempat, para penyuluh pertanian, serta ratusan petani yang berhimpun di KTNA. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan adanya komitmen bersama yang kuat untuk memajukan sektor pertanian daerah berbasis nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pemaparannya, Firman menekankan bahwa sektor pertanian merupakan ruang yang sangat strategis untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui semangat gotong royong antarpetani, kepedulian sosial terhadap ketahanan pangan masyarakat, serta tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar mereka.
“Petani bukan hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Karena itu, semangat Pancasila harus tercermin dalam cara kita mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujar legislator asal daerah pemilihan Kalsel tersebut.
Aksi Nyata Penanaman 250 Bibit Pohon
Sebagai bentuk komitmen nyata dari sosialisasi ideologi Pancasila ini, pihak penyelenggara melaksanakan aksi penanaman sebanyak 250 bibit pohon. Bibit-bibit pohon tersebut didistribusikan dan ditanam di seluruh wilayah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersebar di Kabupaten Tabalong. Langkah konkret ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana nilai Pancasila diterapkan demi kelangsungan ekologi.
Penyediaan bibit pohon ini didukung penuh oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap gerakan penghijauan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Firman Yusi bersama Bupati Tabalong H. Noor Rifani secara simbolis turut menanam pohon guna menegaskan sinergi kuat antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga keseimbangan alam dan mendukung produktivitas pertanian.
Pentingnya Kolaborasi dan Keberlanjutan
Firman menjelaskan bahwa kolaborasi aktif yang terjalin antara KTNA Kabupaten Tabalong, Pemerintah Kabupaten Tabalong, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, serta pemangku kepentingan lainnya merupakan modal sosial yang sangat berharga. Sinergi lintas sektor ini diperlukan untuk membangun ekosistem pertanian yang produktif sekaligus ramah terhadap lingkungan sekitar.
Ia juga menaruh harapan besar agar gerakan penanaman pohon ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Seluruh pihak, terutama para penyuluh dan kelompok tani, diharapkan terus merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik. Dengan perawatan yang konsisten, pohon-pohon tersebut kelak mampu menjaga ketersediaan sumber air tanah, memperbaiki kualitas udara, serta menopang keberlanjutan sektor pertanian lokal.
Mengakhir sosialisasi, Firman kembali mengajak seluruh petani dan nelayan di Tabalong untuk terus mengamalkan nilai Pancasila melalui kerja keras, gotong royong, dan kepedulian lingkungan. Menurutnya, ketahanan pangan dan kelestarian alam adalah dua hal yang saling mengikat dan tidak bisa dipisahkan untuk menjamin kesejahteraan masa depan masyarakat.





