Rakyatinside.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) Kilometer 54, Bintara menuju arah Cakung. Insiden lalu lintas yang berlangsung pada hari Sabtu (18/7/2026) siang hari ini mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, dua orang pengendara lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka yang cukup serius akibat benturan keras tersebut.
Kasat PJR Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Bratamanggala, mengonfirmasi secara rinci mengenai identitas para korban dalam peristiwa maut tersebut. Korban yang meninggal dunia diidentifikasi bernama Gandi Sugandi, yang diketahui merupakan pengemudi dari truk kontainer. Sementara itu, korban yang mengalami luka berat diidentifikasi bernama Hamdan Hidayat selaku sopir mobil pikap, dan korban yang mengalami luka ringan adalah Jajang Irawan selaku sopir truk.
Kondisi Lalu Lintas dan Kendaraan yang Terlibat
Peristiwa kecelakaan ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun oleh petugas kepolisian di lapangan, kecelakaan beruntun ini melibatkan berbagai jenis kendaraan besar dan angkutan barang. Secara rinci, enam kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut terdiri atas satu unit mobil pikap, satu unit mobil boks, dua unit truk trailer, serta dua unit truk muatan.
Sebelum kecelakaan hebat ini terjadi, keenam kendaraan tersebut diketahui tengah melaju searah dari arah Bintara menuju ke arah Cakung dengan menggunakan lajur 1. Ketika tiba di titik lokasi kejadian perkara di Kilometer 54, arus lalu lintas di bagian depan terpantau mulai mengalami kepadatan. Kondisi kepadatan arus lalu lintas ini membuat lima kendaraan yang berada di barisan paling depan secara perlahan mulai mengurangi kecepatan mereka demi menjaga jarak aman berkendara.
Diduga Akibat Microsleep Pengemudi Truk
Namun, situasi di jalan tol tersebut berubah seketika ketika sebuah truk yang berada di barisan paling belakang tetap melaju tanpa mengurangi kecepatan. Pengemudi truk yang berada paling belakang tersebut diduga kuat sedang mengantuk atau mengalami kondisi microsleep sehingga kehilangan kesadaran sesaat. Akibat dari kondisi tersebut, pengemudi kehilangan kendali penuh atas laju kendaraannya dan langsung menghantam kendaraan yang berada tepat di depannya.
Tabrakan pertama dari arah belakang tersebut memicu reaksi berantai yang sangat cepat. Benturan keras tersebut menjalar ke kendaraan-kendaraan lain yang sedang mengantre di lajur yang sama. Karena seluruh kendaraan berada di lajur 1, kecelakaan beruntun yang melibatkan keenam kendaraan tersebut tidak dapat dihindarkan lagi hingga menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan dan belakang kendaraan.
Evakuasi Korban dan Penanganan Arus Lalu Lintas
Pasca-kejadian tersebut, petugas kepolisian beserta petugas pengelola jalan tol segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan tindakan penyelamatan dan penanganan darurat. Prioritas utama petugas saat itu adalah mengevakuasi para korban dari dalam kendaraan dan segera melarikan mereka ke rumah sakit terdekat agar bisa mendapatkan penanganan medis yang intensif secara cepat.
Selain berfokus pada evakuasi korban, petugas di lapangan juga segera berupaya melakukan proses pemindahan atau evakuasi terhadap bangkai kendaraan dari lajur jalan tol. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah kemacetan panjang yang lebih parah di ruas Tol JORR arah Cakung serta memastikan kelancaran lalu lintas bagi para pengguna jalan tol lainnya yang sedang melintas di kawasan tersebut.





